Untuk Pemotor, Tak Nyalakan Lampu di Siang Hari Bakal Dipenjara
Petugas Dishub Jakarta memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan juga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta saat razia plat nomor kendaraan luar Jakarta di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Rabu (27/5). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Otomotif
Nasional

Untuk Pemotor, Tak Nyalakan Lampu di Siang Hari Bakal Dipenjara

Selasa, 30 Juni 2020 10:12 WIB 30 Juni 2020, 10:12 WIB

INDOZONE.ID - Mengabaikan keselamatan membuat tingkat kecelakaan pemotor masih tinggi. Selain tidak menggunakan helm, masih banyak pemotor yang enggan atau lupa menyalakan lampu pada siang hari.

Padahal, angka kecelakaan pemotor yang lupa menyalakan lampu di siang hari sudah mencapai 60 persen. Untuk itu, para pemotor diwajibkan menyalakan lampu ketika berkendara pada siang hari.

Aturan wajib menyalakan lampu ini juga sebenarnya sudah diatur oleh Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang tertuang dalam Pasal 107 Ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut.

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Kemudian, Pasal 293 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ yang berbunyi;

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada sianghari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Namun aturan tersebut dianggap bertentangan dengan UUD 1945. Dua mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 107 ayat (2) dan Pasal 293 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ kepada MK.

MK kemudian menolak permohonan uji materi tersebut. Sebab menurut MK, kedua pasal tersebut sudah sesuai dengan UUD 1945 sepanjang frasa pagi hari diubah menjadi sepanjang hari.

Permohonan itu telah ditolak para hakim MK dengan kesepakatan bulat.

"Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua Majelis MK Anwar Usman saat membacakan Putusan MK No. 8/PUU-XVIII/2020 di ruang sidang MK, Kamis (25/6).

Dalam putusannya, MK menyatakan aturan tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945. Sementara dalam pertimbangannya, MK menyatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas akibat tidak menyalakan lampu pada siang hari terus mengalami peningkatan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU