Selama Libur Iduladha, Jumlah Penumpang Kereta Api di Medan Dibatasi
Stasiun Kereta Api Medan. (Google Maps)
News
Kota Medan

Selama Libur Iduladha, Jumlah Penumpang Kereta Api di Medan Dibatasi

Rabu, 21 Juli 2021 10:01 WIB 21 Juli 2021, 10:01 WIB

INDOZONE.ID - KAI Sumut melakukan pembatasan jumlah penumpang kereta api hingga 25 Juli 2021 atau selama libur Iduladha. Selama periode itu, kereta api hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor kritikal dan esensial.

"KAI membuat peraturan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kemenhub tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19," ujar Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat melansir Antara, Rabu (21/7).

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor.

Kemudian yang termasuk sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya.

Pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Daniel menegaskan pelanggan kereta api sektor kritikal dan esensial itu juga harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja, atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

Atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Sementara itu yang dimaksud dengan kepentingan mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

Pelanggan dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit, atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US