Covid-19, Edy Rahmayadi: Pendapat Masyarakat Saya Gubernur Kejam
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. / istimewa
News
Kota Medan

Covid-19, Edy Rahmayadi: Pendapat Masyarakat Saya Gubernur Kejam

Rabu, 07 Oktober 2020 12:05 WIB 07 Oktober 2020, 12:05 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebutkan banyak masyarakat yang menilainya kejam dalam penanganan Covid-19 di Wilayah Sumatera Utara. Edy melakukan itu demi kebaikan masyarakatnya. 

"Kami telah menutup semua tempat-tempat hiburan yang telah kami berikan peringatan sebelumnya namun tetap tidak menaati protokol kesehatan. Mungkin pendapat masyarakat saya Gubernur kejam, tetapi ini tetap harus dilakukan karena bila didiamkan bisa habis saudara-saudara kita," tegas Edy dalam siaran persnya, Rabu (7/10).

Edy menyebutkan kini Sumatra Utara telah memberikan sinyal positif dalam menangani COVID-19, tercatat bahwa terjadi peningkatan angka kesembuhan sebesar 5,1 persen dari satu minggu lalu sebesar 65,5 persen menjadi 70,6 persen. Selain itu, angka kematian juga berhasil diturunkan menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada satu minggu yang lalu.

Untuk ketersediaan tempat tidur di RS rujukan COVID-19 di Sumut masih memadai dengan persentase BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur untuk ICU sebesar 62,20 persen dari total 82 tempat tidur dan untuk Isolasi sebesar 57,58 persen dari total 1.254 tempat tidur.

"Meski data menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penanganan COVID-19 di Sumatera Utara, Saya tetap berharap bahwa penanganan COVID-19 dapat dipercepat lagi, yaitu dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Tim Taskforce Kemenkes," harapnya.

Ketua Tim Taskforce Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp.P, F.C.C.P, menyampaikan, Sumut telah banyak perubahan dan perkembangan dalam menangani COVID-19, mulai dari bulan April, Mei, Juni, sampai September.

"Apresiasi untuk Sumut, bahwa angka kesembuhan telah meningkat. Ini merupakan sebuah prestasi bersama untuk Provinsi Sumatra Utara" ungkap Alex

Alex mengungkapkan untuk menambah percepatan penanganan sangat penting memilih metode komunikasi termasuk strategi mengedukasi masyarakat agar mudah diarahkan melaksanakan protokol kesehatan.

"Jika protokol kesehatan ingin diterapkan secara maksimal, ini harus menjadi sebuah gerakan kemasyarakatan dengan instrumen keberhasilannya ialah gerakan kemasyarakatan di tingkat kelurahan," sarannya.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan segala sarana dan pra-sarananya, seperti tenaga kesehatan, tim surveilans, dan tempat isolasi guna memisahkan yang positif untuk memutus agar tidak terjadi penularan.

Alex menekankan bahwa selain COVID-19, pemerintah tetap memperhatikan program prioritas lainnya.

"Meski pun saat ini kita fokus dengan penanganan COVID-19, pemerintah tidak lantas meninggalkan program-program prioritas lainnya, semua tetap berjalan dan menjadi perhatian pemerintah," tutupnya.


Artikel menarik lainnya: 

Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US