Kata Dahlan Iskan Soal Jokowi yang Marah dan Tegur Menterinya
Dahlan Iskan. (Instagram/dahlaniskan19)
News
Nasional

Kata Dahlan Iskan Soal Jokowi yang Marah dan Tegur Menterinya

Selasa, 30 Juni 2020 14:52 WIB 30 Juni 2020, 14:52 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memang cukup aktif dalam laman pribadinya, disway.id. Melalui tulisan rapinya, Dahlan kerap memberikan pandangannya terhadap sesuatu.

Entah itu tentang perjalanannya di luar negeri atau kondisi pemerintahan dalam negeri. Baru-baru ini, Dahlan memberikan pandangannya atas kemarahan Presiden Jokowi.

Dalam tulisan yang bertajuk Marah Besar itu, Dahlan mengatakan bahwa ketika seorang Jokowi yang dikenal 'halus' marah, maka itu pertanda sebuah kondisi sudah sangat keterlaluan.

Dahlan bilang, kemarahan Jokowi itu sebenarnya terjadi pada hari sebelumnya. Namun baru diunggah pada hari Minggu di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

"Gaya marahnya sangat Jawa. Marah di podium. Dalam bentuk ceramah. Atau arahan. Bukan marah di meja rapat. Mungkin karena beliau seorang presiden. Yang memerankan diri sebagai chairman. Bukan seorang CEO perusahaan," tulis Dahlan.

Menurut Dahlan, presiden berharap menteri koordinator atau Menko yang menjadi CEO. Namun, Menko tak bisa jadi CEO karena sifatnya hanya sebagai koordinator bukan pengambil keputusan.

"Sepanjang keputusan masih tetap di tangan menteri, peranan menko sangat terbatas. Ia bisa memanggil para menteri. Memarahi mereka. Tapi marah saja tidak cukup. Yang ambil keputusan tetap menteri. Yang ambil langkah tetap jajaran di kementerian," ujarnya.

Dahlan tak memungkiri, bahwa banyak orang halus bisa bekerja efektif. Lantas, dia menilai jika sosok yang halus seperti Jokowi bisa marah besar, artinya kondisi sudah keterlaluan.

"Bahwa orang halus seperti Pak Jokowi marah besar berarti keadaan sudah keterlaluan. Misalnya soal anggaran kesehatan itu. Yang baru terpakai 1%," tulis Dahlan.

Padahal, alokasi anggaran kesehatan mencapai Rp75 triliun per tahun. Dahlan berharap, data yang masuk ke Jokowi itu keliru. Namun jika data tersebut benar adanya, maka ini sudah keterlaluan. Begitu pandangan Dahlan.

"Kalau angka 1% itu benar memang keterlaluan. Berarti program di situ tidak jalan sama sekali. Padahal ini sudah bulan Juli," ujar dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU