Akan Membangun Gardu Induk, 13 Pekerja Asal Cina tak Mampu Tunjukkan Paspor
13 Pekerja Asing tak mampu tunjukkan paspor di Muara Enim, Sumatera Selatan. / istimewa
News
Nasional

Akan Membangun Gardu Induk, 13 Pekerja Asal Cina tak Mampu Tunjukkan Paspor

Senin, 05 Oktober 2020 11:33 WIB 05 Oktober 2020, 11:33 WIB

INDOZONE.ID - 13 tenaga kerja asing (TKA) tak mampu memperlihatkan paspor dam surat ijin di Kecamatan Lubay Ulu, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan akhir pekan lalu. 

Camat Lubai Ulu, Wien Wearma Putra Minggu (4/10) menyebutkan, masyarakat sekitar telah resah atas pekerjaan projek basecamp dan Gardu Induk di Kecamatan Lubay Ulu. Mereka merupakan berkewarganegaraan Cina.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat. Apalagi di situasi pandemi ini, tentu masyarakat atau siapapun yang datang hendaknya melaporkan asal dan bagimana status kesehatan. Tapi malah 13 orang TKA itu, sama sekali tidak bisa memperlihatkan adminitrasi keperkerjaannya. Mereka juga tak mampu memperlihatkan hasil tes covid-19,”ujarnya usai melakukan sidak bersama unsur muspida lainnya. 

Menurutnya, para pekerja nantinya akan mengerjakan projek gardu induk sebagai bagian pembangunan pembangkit Sumsel 1 dan Sumsel 8 di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. 

“Saat kami datang di hari Jumat lalu, ke 13 TKA ini sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Ada penerjemah, namun juga tidak mampu memperlihatkan asal usul surat ketenagakerjaan mereka,”katanya. 

Terjadi dialog yang sangat lama untuk menerjemahkan bahasa yang mereka gunakan. Para pekerja mengaku hanya memiliki surat kelengkapan tapi tidak dibawa ke tempat mereka tinggal. 

“TKA ini mengaku ada, tapi saat kita sidak tidak mampu memperlihatkan. Mereka tidak membawa surat menyurat tersebut, mereka tidak pegang. Mereka hanya bawa hasil swab dari laboratorium berbahasa Cina,”ungkapnya. 

Atas temuan ini, pihak kecamatan meminta agar mereka wajib melaporkan diri saat masuk atau berada di wilayah Lubay Ulu dalam tiga hari ke depan.

“Kami memberikan kesempatan pada pekan ini, apakah benar ada atau tidak ada surat atas ketenagakerjaan mereka. Jika tidak, maka aktivitas basecamp akan kami laporkan ke Bupati sekaligus gugus tugas penanganan covid 19,” ujarnya. 

Ia pun mengharapkan agar aktivitas infrastuktur termasuk yang menjadi proyek pemerintah pusat dan lainnya berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Apalagi menyangkut kedatangan pekerja asing di masa pandemi ini.

“Kami harus juga pastikan, jika mereka berstatus sehat dari covid 19. Karena situasi saat ini sangat sensitif atas kedatangan pihak luar karena masyarakat pun beramai-ramai mengawasi,”ungkapnya



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US