11 Orang Dikerangkeng Bupati Langkat Kini Diperiksa Polda Sumut
Kerangkeng Manusia yang ada di Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (WhatsApp Wartawan Polda Sumut/Istimewa)
News
Kab. Langkat

11 Orang Dikerangkeng Bupati Langkat Kini Diperiksa Polda Sumut

Selasa, 25 Januari 2022 19:05 WIB 25 Januari 2022, 19:05 WIB

INDOZONE.ID - 11 (sebelas) orang yang dikerangkeng di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin, kini diperiksa Polda Sumatera UItara. Hal itu dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Devisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Ahamad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/1/2022). 

Dia menyebutkan, pemeriksaan itu dalam rangka meminta keterangan sejumlah pihak yang ditemui lokasi yang disebut sebagai tempat binaan itu. 

“Terkait dengan penemuan tempat binaan milik eks bupati Langkat, (kasus itu) telah diperiksa dan diambil keterangannya. Semuanya 11 orang,” kata Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip indozone dari Antara, Selasa (25/1/2022). 

Menurutnya, pihak-pihak yang dimintai keterangan itu di antaranya pengurus tempat pembinaan, termasuk warga binaan yang mengikuti pembinaan di tempat itu. 

"Kemudian kepala desa setempat, sekretaris desa dan kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara membentuk tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Kriminal Umum, Direktorat Narkoba, Intelijen dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna mendalami informasi terkait temuan tempat binaan di rumah bekas bupati Langkat.

Dari hasil temuan sementara, tempat binaan tersebut berada di lahan seluas satu Hektare, terdapat dua bangunan dengan ukuran 6x6 meter persegi yang terbagi dua kamar. Antar kamar dibatasi dengan jeruji besi selayaknya bangunan sel. Ruang itu berkapasitas lebih dari 30 orang.

“Setelah ditelusuri bahwa bangunan tersebut telah dibuat sejak 2012, atas inisiatif bupati dan belum terdaftar dan belum memiliki izin sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Ramadhan.

Berdasarkan keterangan dari penjaga bangunan, didapati bahwa tempat itu digunakan untuk orang-orang yang kecanduan narkoba dan pembinaan kenakalan remaja.

BACA JUGA: Dukung Penerapan PerKI, Kadis Kominfo Sumut: Karena Perubahan Sistem

Saat ditemukan tempat tersebut, personel polisi mendapati  48 orang. Kemudian hasil pemeriksaan, tersisa 30 orang yang sebagian sudah dipulangkan dan dijemput keluarganya.

Selain itu, mereka yang dibina di sana sebagian dipekerjakan di pabrik kelapa sawit milik bekas bupati Langkat, dengan maksud untuk membekali warga binaan dengan keahlian sebagai bekal setelah bebas dari pembinaan.

“Mereka tidak diberi upah, karena mereka dalam pembinaan, tapi diberi pangan ekstra dan makan,” kata Ramadhan.

Seperti diketahui, Migrant Care menemukan penjara pribadi belakang rumah Peranginangin, terdapat 40 orang pekerja yang ditahan di dalam jeruji besi pribadi itu.

Menurut dugaan temuan Mingrant Care, para pekerja diduga tidak mendapatkan perlakuan baik, seperti tidak mendapat makanan layak saji, tidak mendapatkan upah gaji yang sesuai atau bahkan tidak di gaji serta perlakuan penganiyaan dan penyiksaan kepada para tahanan pekerja sawit itu.


Artikel Menarik Lainnya:

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US