Viral, Warga Diperas Calon Kepling di Medan Kota: Semoga Wali Kota Tak Mengangkatnya
Situasi Lingkunagn XII, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. (Foto/Istimewa)
News
Kota Medan

Viral, Warga Diperas Calon Kepling di Medan Kota: Semoga Wali Kota Tak Mengangkatnya

Senin, 13 Desember 2021 14:01 WIB 13 Desember 2021, 14:01 WIB

INDOZONE.ID - Calon Kepala Lingkungan (Kepling) XII, Kelurahan Teladan  Barat, Kecamatan Medan Kota berinsial AN disebut-sebut memeras warga. Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh calon kepling pada 27 November 2021 tersebut, ternyata viral di kalangan warga Jalan Sisingamangaraja Gang Khatib dan Gang Mesjid Lingkungan XII, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota.

Sedangkan yang diperas tersebut berinisial DV, warga asal Kabupaten Serdang Bedagai yang saat kejadian berada di kost-kosan pacarnya, Jalan Sisingamangaraja Gang Khatib Lingkungan XII, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota.

Salah seorang warga Lingkungan XII, Asmi, mengaku sudah mengetahui hal itu dan dirinya sangat mengutuk perbuatan calon kepling yang tidak mencerminkan sosok panutan tersebut.

"Ya, sudah viral semua. Warga di sini sudah tau semua kabar itu. Belum jadi kepling aja sudah meras-meras warga. Karena itu, kami warga lingkungan XII enggak maulah punya kepling seperti itu," ujar Asmi.

Untuk itu, kata Asmi, ia bersama warga lainnya meminta Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dan camat untuk tidak mengangkat AN yang tak bermoral itu menjadi kepling.

"Kami warga Lingkungan XII tidak maulah punya kepling tukang meras. Semoga keluhan kami ini didengar oleh camat dan walikota untuk tidak mengangkat kepling yang tidak bermoral seperti itu," pungkasnya.

Senada dengan itu, tokoh di Lingkungan XII, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota berharap agar camat dan lurah tidak merekomendasikan calon kepling berinsial AN yang tak bermoral karena memeras warga itu.

"Kita meminta secara tegas kepada Lurah Teladan Barat dan Camat Medan Kota untuk tidak merekomendasikan calon kepling berinsial AN yang tidak bermoral itu. Karena, AN terindikasi telah memeras pasangan anak muda yang dituding berbuat asusila tersebut," kata tokoh masyarakat Medan Kota, Zulkifli Tanjung.

Secara terpisah, Kepling XII, Putra Satria Utama, saat diwawancarai, menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan laporan dari pertugas siskamling, tentang adanya penggerebekan yang dilakukan oleh sekelompok orang, pada 27 November 2021 lalu mengatasnamakan kepling. 

Lebih lanjut dijelaskannya, memperoleh laporan itu, ia selaku Kepling XII bersama Agus, Kepling XI langsung menuju rumah kos-kosan yang digerebek tersebut.

"Sesampainya di lokasi, saya memperoleh informasi bahwa DV yang dituding berbuat asusila itu telah dibawa ke Polsek Medan Kota. Kemudian, dari situ, saya langsung menuju Polsek," jelasnya.

Sesampainya di Polsek, sebut Putra, ternyata DV tidak berada di kantor polisi tersebut.

"Kemudian, saya kembali ke lokasi penggerebekan. Di situ, DV sudah kembali dan mengaku diperas oleh AN dan rekan-rekannya," sebut Putra.

Berdasarkan pengakuan DV, jelas Putra, ia dituduh berbuat asusila. Padahal  DV mengaku sama sekali tidak melakukan  hal yang dituduhkan itu.

"Karena itu, agar perbuatan asusila yang ditudingkan itu tidak diperpanjang, ia dimintai uang sebesar Rp. 300 ribu. Saat itu, DV mengaku dibawa AN dan rekan-rekannya ke suatu tempat. Diduga di bawah tekanan, dengan berat hati, DV akhirnya menyerahkan uang tersebut kepada AN dan rekan-rekannya," jelas Putra.

Hingga saat ini, kata Putra, pihak kelurahan masih menunggu DV membuat laporan tentang dugaan pemerasan tersebut.

"Sedangkan kami pihak kelurahan senantiasa siap mempertemukan AN dan kawan-kawan untuk dimediasikan dengan DV yang mengaku sama sekali tidak melakukan perbuatan asusila yang dituduhkan tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Hotler Simatupang ST.MT mengaku telah memperoleh informasi tentang adanya penghuni kos-kosan yang diperas oleh calon Kepling XII berinisial AN.

"Iya benar. Saya telah memperoleh informasi tersebut dari warga. Bahkan, informasi tentang perilaku tak terpuji calon kepling tersebut sudah santer dan menjadi pergunjingan di kalangan warga," kata Hotler lewat sambungan telepon.

Menurutnya, perilaku calon kepling tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang mengayomi masyarakatnya.

"Jadi saya bilang itu salah. Karena belum jadi kepling sudah menggerebek kos-kosan tanpa koordinasi dengan pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas. Apalagi ada indikasi pemerasan. Tidak bisa pake itu. Karena belum jadi kepling sudah begitu sifatnya," ungkap Hotler seraya menambahkan Camat Medan Kota sudah mengetahui hal ini.

Dijelaskannya, ia sempat heran mengapa Kepling XII, Putra Satria Utama tidak memberitahukan bahwa ada orang yang mengaku-ngaku kepling menggerebek kos-kosan mengatasnamakan kepling.

"Kata warga, calon kepling itu menggerebek kos-kosan dan memeras penghuni kos mengaku-ngaku sebagai kepling. Jadi, saya sempat marah kepada Kepling XII karena tidak memberitahukan  perihal ini kepada saya. Namun, kepling tersebut mengaku tidak memberitahukan hal itu kepada saya karena khawatir dituding mengadu domba atau melaga-laga saya dengan calon kepling tersebut. Sebab saat ini, mereka sedang berkompetisi untuk menjadi kepling," jelas lurah.

Artikel Menarik Lainnya:



 

TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US