Arab Saudi Tutup Umroh, Keberangkan Ribuan Jemaah Umroh Sumut Ditunda
Kiri: Pengurus AMTAS Devisi Umroh dan Haji Fauzi Lubis. / Kanan: Wakil Ketua Asosiasi Muslim Travel Sumatera (AMTAS), Zainuddin Rozali. (INDOZONE/Tonggo Simangunsong)
News

Arab Saudi Tutup Umroh, Keberangkan Ribuan Jemaah Umroh Sumut Ditunda

Senin, 09 Maret 2020 12:15 WIB 09 Maret 2020, 12:15 WIB

INDOZONE.ID - Sejumlah perusahaan biro perjalanan umroh di Sumatera Utara mengaku terpukul setelah Arab Saudi mengumumkan penghentian umroh hingga waktu yang belum ditentukan akibat virus corona. Pasalnya, ribuan jamaah umroh yang sudah dijadwalkan berangkat, terpaksa ditunda sementara.

“Saat ini anggota AMTAS saja ada 60. Satu perusahaan itu bisa 10, 20 hingga 100 orang dalam sebulan bahkan ada juga yang sampai 2000. Kalau misalnya saja rata-rata 1 perusahaan ada 20 (peserta umroh) dikalikan 60 perusahaan, dengan rata-rata satu orang itu berbiaya Rp.20 juta. Sudah berapa perputaran uang yang terhenti, bisa dihitung sendiri,” kata Wakil Ketua Asosiasi Muslim Travel Sumatera (AMTAS), Zainuddin Rozali kepada wartawan di Hotel Ibis Medan, Sabtu (8/2/2020).

Akibat penutupan itu, katanya, pelaku perjalanan umroh banyak yang terpukul, terutama pelaku perjalanan umroh besar, yang bisa melayani hingga 2.000 orang. Untuk sementara ini, mereka tidak dapat melakukan apa-apa selain menunggu kabar baik dari pemerintah Arab Saudi, agar perjalanan dibuka kembali. 

“Untuk saat ini yang bisa kita lakukan masih hanya menunggu dan memberikan penjelasan kepada pijak yang melakukan pemesan umroh dan sempat memberikan pembayaran awal agar mereka mengerti bahwa situasinya force major. Ada juga yang sudah meminta uang kembali,” jelas Zainuddin.

Pengurus AMTAS Devisi Umroh dan Haji Fauzi Lubis menambahkan, pemerintah Arab Saudi telah menghentikan visa umroh, kerja dan ziarah dari 20 negara di dunia, termasuk di dunia sejak awal Maret lalu.  Surat keputusan penutupan sementara itu mereka terima melalui kedutaan Arab Saudi di Indonesia secara tiba-tiba.

Untungnya, peserta umroh yang sudah sempat berangkat sebelumnya masih diberi izin untuk melanjutkan perjalanan umroh.

“Kita nggak bisa bayangkan bagaimana yang sudah sempat pesan tiket, kamar hotel. Karena pihak penerbangan sendiri tidak meng-cover refund, tapi menjadwalkan ulang penerbangan untuk keberangkatan selanjutnya,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap perjalanan umroh sudah dibuka kembali sebelum bulan Sa’ban (sebelum bulan Ramadhan).
Ketika ditanya apa langkah pelaku umroh sementara menunggu, Fauzi mengatakan, untuk saat ini, pelaku perjalanan umroh terpaksa memutar otak, dengan cara membuka perjalanan ke negara lain, misalnya ke Turki.

“Tentu kita tidak ingin hanya menunggu tanpa berbuat apa-apa. Agar perusahaan ini tetap bisa bertahan, kita pun sekarang mulai membuka perjalanan ke negara lain, seperti ke Turki, untungnya ada beberapa yang awalnya mau pergi Umroh, akhirnya nanti mengalihkan perjalanannya ke Turki,” katanya.

Sebelum “badai” virus corona, pada tahun 1987 perjalanan menuju Arab Saudi juga pernah mengalami gejolak. Saat itu, terjadi serangan virus meningitis yang mengakibatkan 10.000 jemaah di Arafah meninggal dunia.

“Waktu itu, mungkin lebih parah dari sekarang. Ya, tentunya kita berharap virus corona ini dapat segera diatasi segera dan perjalanan umroh dapat berjalan kembali seperti semula,” kata Zainuddin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU