Kekurangan Oksigen, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Petani Keramba Rugi Rp7,2 M
Kekurangan Oksigen, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Petani Keramba Rugi Rp7,2 M. (Foto/Ist).
News
Nasional

Kekurangan Oksigen, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Petani Keramba Rugi Rp7,2 M

Selasa, 14 Desember 2021 16:25 WIB 14 Desember 2021, 16:25 WIB

INDOZONE.ID - Sekitar ratusan ton ikan mati di Danau Maninjau. Hal itu tampak dari beredarnya video amatir di media sosial hingga viral.

Dari tayangan video tersebut, ratusan ton ikan mengapung dan tak bernyawa lagi di permukaan air Danau Maninjau. Bahkan kabarnya pentani keramba jaring apung mengalami kerugian besar. 

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat kematian ikan di Danau Maninjau sebesar 362 ton akibat kekurangan oksigen, di perairan Danau Vulkanik.

"Ini data yang kita peroleh dari petani keramba jaring apung di empat nagari atau desa adat," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira di Lubukbasung, seperti yang dikutip Indozone dari Antara, Selasa, (14/12/2021).

ikan mati
Kekurangan Oksigen, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Petani Keramba Rugi Rp7,2 M. (foto/ist)

Dikatakannya, sebelumnya kematian ikan hanya 350 ton pada Minggu (12/12) sore, tersebar di Nagari Tanjung Sani 50 ton dan Nagari Koto Kaciak 300 ton. Namun kematian ikan itu bertambah 12 ton di Nagari Koto Gadang 10 ton dan Nagari Koto Malintang dua ton pada Senin (13/12).

362 ton itu jenis ikan jenis nila dan mas dari berbagai ukuran. lanjutnya menerangkan, bahwa ikan yang mati itu adalah milik puluhan petani dan satu petani dengan kematian 400 sampai dua ton.

"Kerugian akibat kematian ikan itu sekitar Rp7,2 miliar dengan harga Rp20 ribu per kilogram," katanya.

Diakuinya, kematian ikan secara massal itu setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu. Akibatnya, terjadi pembalikan masa air sehingga berkurangnya oksigen di danau vulkanik tersebut.

Setelah itu ikan mengalami pusing. Beberapa jam setelah itu, ikan menjadi mati dan mengapung ke permukaan.

"Kita mengimbau petani untuk mengumpulkan bangkai ikan yang sudah mati untuk dikubur, agar tidak terjadi pencemaran air dan udara di daerah itu," katanya.

Ia memanbahkan, pihaknya telah mengimbau petani untuk tidak menebar bibit ikan dari Agustus sampai Januari, karena curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang.

Imbauan itu setiap tahun diberikan dan bahkan papan imbauan telah dipasang.

"Imbauan setiap tahun kita sampaikan dalam meminimalisir kematian ikan," pungkasnya mengakhiri. 

Ikan Mati
Kekurangan Oksigen, Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Petani Keramba Rugi Rp7,2 Miliar. (Foto/Ist).

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU