Duh! Orang Marelan Paling Sering Melanggar Protokol Kesehatan
Tim Terpadu Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang menggelar operasi razia di Marelan Night Market, Sabtu malam (19/9). (Dok. Istimewa)
News
Kota Medan

Duh! Orang Marelan Paling Sering Melanggar Protokol Kesehatan

Senin, 21 September 2020 15:18 WIB 21 September 2020, 15:18 WIB

INDOZONE.ID - Tim Terpadu Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) kembali menggelar operasi pendisiplinan protokol kesehatan pada Sabtu malam (19/9).

Dalam operasi kali ini, tim berfokus di Medan Marelan, sebab daerah ini informasinya banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker.

Setibanya tim Medan Marelan, Wakil Ketua Satgas Pengendalian Pendisiplinan Protokol Kesehatan Mebidang, Kolonel Inf Azhar Mulyadi pun merasa terkejut. Sebab dilihatnya pada malam itu aktivitas masyarakat sangat ramai dan cenderung padat.

Oleh karena itu, menurut dia, Medan Marelan merupakan salah satu daerah dengan tingkat pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

"Kami cukup terkejut melihat ramainya daerah ini, dan selama saya bertugas ini daerah yang paling tinggi pelanggarannya," kata Azhar.

Saat menggelar operasi, tim terkonsentrasi pada beberapa kawasan seperti Pasar V Marelan, Jalan Platina, Tanah 600 dan jalan Marelan Raya. Tim kemudian mendatangi rumah makan, kafe-kafe, pusat kuliner dan pusat keramaian warga di kawasan tersebut.

"Dari operasi di sekitaran daerah tersebut tim menindak 355 orang dengan sanksi fisik, membagikan 700 masker, 8 diproses BAP dan puluhan diberi teguran lisan," kata Azhar.

Ketika pihaknya mendatangi pusat kuliner Marelan Night Market dan melihat keramaian yang ada, dia kemudian memanggil pengelola Marelan Night Market dan meminta pertanggungjawaban atas kondisi yang ada di lokasi tersebut.

"Kami tidak ingin mengganggu usaha masyarakat, saya hanya ingin menegakkan aturan. Kasihan kita melihat kondisi masyarakat, sudah banyak yang kena. Bayangkan kalau ada satu saja yang kena, ini bisa menjadi klaster baru," sebut dia.

Untuk itu, Azhar meminta kepada pengelola untuk bersikap tegas terhadap pengunjung, seperti mewajibkan penggunaan masker, mengatur posisi meja makan dan tempat duduk agar orang tidak berdekatan satu sama lain atau dengan jarak aman setidaknya 1,5 meter.

"Saya prihatin lihat kesadaran masyarakat di sini menjalankan protokol kesehatan sangat rendah. Saya pernah bawa 1.000 sampai 3.000 masker, habis. Makanya kita harus ingatkan semua warga, termasuk pengelola, tolong diatur tempat duduknya, supaya berjarak," kata Azhar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US