GM jadi Tersangka, Hairos Berjanji Patuhi Protokol Kesehatan
Objek Wisata Hairos tutup karena langgar protokol kesehatan. / istimewa
News
Kab. Deli Serdang

GM jadi Tersangka, Hairos Berjanji Patuhi Protokol Kesehatan

Sabtu, 03 Oktober 2020 12:04 WIB 03 Oktober 2020, 12:04 WIB

INDOZONE.ID - Video viral warga berkerumun di Hairos Water Park, Pancur Batu, Deliserdang berbuntut panjang. Tak hanya mendapatkan teguran langsung dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, tapi juga pemerintah menutup usaha wisata itu dan penetapan tersangka kepada pengelola serta Kapolsek setempat ikut diperiksa Propam.

Dalam video itu tampak warga yang memenuhi kolam terlihat tak menjaga jarak, tak memakai masker, berjoget hingga saling memercikkan air satu sama lain di dalam kolam.

"Setelah kami tinjau dan kami diperintah langsung oleh Bapak Gubsu untuk menutup, maka pagi ini sudah kami tutup. Ini hal yang sangat tidak baik, suasana pandemi, beberapa pelaku usaha tidak tepati atau mengingatkan warganya, tapi malah membuat satu pandemi atau klaster baru di Sumut," kata Wakil Ketua Operasi Satuan Tugas COVID-19 Sumut Kolonel Inf Azhar Mulyadi di Hairos Water Park, Pancur Batu, Deli Serdang kemarin.

Satgas COVID-19 Deli Serdang kemudian buka suara. Pihak pengelola diberi teguran keras akibat peristiwa itu. Selain itu, Satgas juga mengungkap kalau keramaian itu dipicu diskon tiket masuk hingga 50%. Polisi pun bergerak melakukan pemeriksaan terhadap pihak manajemen.

Gubernur Edy meminta pihak pengelola usaha diproses secara pidana karena tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga pengunjung padat dan tak menjaga jarak saat berada di kolam renang.

"Kalau dia atur jarak, dia gunakan protokol kesehatan okelah, ekonomi kan harus bergeliat juga. Kalau seperti itu, semua orang kan jadi kena. Nggak mampu nanti rumah sakit kita," ucap Edy.

Kendati, pengelo telah akui kesalahan dan berjanji mengikuti protokol kesehatan kemudian hari. Tapi General Manager Hairos, Edi Saputra ditetapkan sebagai tersangka. 

"Berdasarkan data-data yang kita dapatkan di lapangan, dilakukanlah gelar perkara oleh Satreskrim dan di situ kita putuskan untuk sementara ini GM-nya sebagai tersangka," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, di Polrestabes Medan.

GM Hairos Water Park itu diduga melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan. Irsan menyebut Edi terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

"Kepada yang bersangkutan kita persangkakan Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Permen Kesehatan Nomor 01.07 Menkes-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona, dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta," ujarnya.

Irsan mengatakan tak ada pengajuan surat rekomendasi dari pengelola kolam kepada Gugus Tugas terkait kegiatan live DJ di panggung dekat kolam tersebut. Selain itu, ada diskon yang diberikan kepada para pengunjung.

"Tidak ada mengajukan surat rekomendasi kepada Gugus Tugas. Perlu rekan-rekan ketahui kegiatan yang viral tersebut adanya kelompok atau kumpulan orang-orang yang berenang pada satu tempat kolam tadi dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan, pada kolam renang tersebut juga ada diselenggarakan live DJ," tuturnya.

"Mereka melakukan kegiatan tersebut dalam rangka diskon. Jadi awalnya tiket yang semula seharga Rp 42.500 diskon 50%," sambung Irsan.

Irsan mengatakan acara itu diduga merupakan inisiatif Edi selaku GM karena omzet yang turun selama pandemi. Selain itu, tak ada pembatasan terhadap pengunjung dan tak ada penyemprotan disinfektan di lokasi.

Polisi juga melakukan pemeriksaan internal. Kapolsek di wilayah Hairos berada, yakni Pancur Batu, diperiksa oleh Propam.

"Propam Polrestabes Medan juga melakukan langkah-langkah untuk melihat apakah ada keterlibatan Polsek setempat dalam kegiatan itu. Jadi semua kapolsek termasuk anggota juga saat ini sedang diambil keterangan oleh Propam Polrestabes," ucapnya.

"Yang jelas pertama Kapolsek, fungsi yang terkait ya intel ya. Juga piket yang melakukan tugas pada hari itu," imbuh Irsan.

Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US