Lurah Suka Maju Medan Johor Klarifikasi Foto Viral Penguburan Jenazah Berdaster
Viral foto jenazah pasien yang masih mengenakan daster. (Antara)
News
Kota Medan

Lurah Suka Maju Medan Johor Klarifikasi Foto Viral Penguburan Jenazah Berdaster

Senin, 27 Juli 2020 14:57 WIB 27 Juli 2020, 14:57 WIB

INDOZONE.ID - Lurah Suka Maju, Medan Johor memberikan klarifikasi perihal foto viral penguburan jenazah pasien yang masih mengenakan pakaian daster.

Lurah Suka Maju Harry Agus Perdana mengatakan bahwa pasien yang jenazahnya dimakamkan pada Jumat (24/7) di Tempat Permakaman Umum Kelurahan Suka Maju tersebut menurut hasil pemeriksaan terindikasi tertular Covid-19.

"Belum dipastikan Covid-19 atau tidak. Informasi yang kami terima dari rumah sakit, warga kita yang meninggal hasil rapid-nya reaktif," kata dia melansir Antara, Senin (27/7).

Harry mengatakan bahwa perempuan itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Sembiring pada Kamis (23/7) karena punya riwayat sakit jantung dan pada Jumat (24/7) pagi dinyatakan meninggal.

Petugas rumah sakit kemudian meminta keluarga memakamkan jenazahnya sesuai protokol pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 karena hasil pemeriksaan menunjukkan terindikasi tertular virus corona.

"Waktu proses pemakaman awal tidak ada masalah, tapi info yang diterima dari keluarga bahwa petinya tidak muat, lalu oleh pihak keluarga petinya dibongkar, sehingga tampak lah jenazah yang masih berdaster itu," katanya.

Melihat kondisi jenazah yang demikian, keluarga berkesimpulan bahwa jenazah kerabat mereka belum dimandikan sesuai syariat Islam dan berencana untuk memandikannya.

"Setelah ditanyakan ke petugas RS Sembiring mengaku jika dia sendirilah yang memandikan jenazah tersebut sehingga keinginan keluarga untuk memandikan jenazah pun saya tolak, dan pemakaman pun tetap dilanjutkan sesuai protokol Covid-19. Karena kalau dikeluarkan dari peti, kan tidak sesuai protokol lagi," katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Aris Yudhariansyah menjelaskan bahwa menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang prosedur pemandian jenazah pasien Covid-19 jenazah dapat dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya. Lalu, jika tidak memungkinkan untuk dimandikan bisa dilakukan tayamum.

"Jadi diperbolehkan, tidak ada masalah. Kan mayat (pasien Covid-19) itu tidak boleh diapa-apain kalau sudah meninggal. Siapa lagi yang berani membuka bajunya," ujarnya.

Dia melanjutkan, jenazah pasien juga boleh dikafani dalam keadaan berpakaian guna mencegah penularan Covid-19.

"Kalau peti jenazah itu dibongkar malah akan terjadi kesalahan prosedur dalam pemakaman. Ini tidak boleh," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU