Denny Siregar: Baru Jadi Menteri Aja Udah Begini, Gimana Kalau Gerindra Berkuasa
Edhi Prabowo mengangkat Lobster. / FB Denny Siregar.
News
Nasional

Denny Siregar: Baru Jadi Menteri Aja Udah Begini, Gimana Kalau Gerindra Berkuasa

Jumat, 27 November 2020 11:16 WIB 27 November 2020, 11:16 WIB

INDOZONE.ID - Akun Facebook Denny Siregar menulis soal Lobster. Dia mengangkat judul 'BAU BUSUK EKSPOR BENIH LOBSTER'.

Menurutnya, benih lobster itu menggiurkan, karena kapasitas benih lobster di Indonesia 2-3 miliar ekor per tahunnya. Berbeda dengan Vietnam yang hanya 3 juta ekor per tahun.

Tapi, benih lobster di Indonesia rentan. Dari 10ribu benur, hanya 1 yang bisa bertahan hidup, lebihnya jadi santapan pradator air seperti ikan. 

Denny Siregar juga mempertanyakan kenapa Jokowi membolehkan ekspor benih lobster? Karena selama ini mantan menteri kelautan, Susi melarang itu demi pendapatan nelayan. Tanpa menyiapkan pelatihan dan infrastruktur untuk budidaya. Akhirnya nelayan marah karena sumber ekonomi mereka puluhan tahun hilang lalu penyeludupan kian marak.

Nah, skema baru ditawarkan ke pak Jokowi yang juga minimal pengetahuannya tentang lobster. 

"Ekspor aja dulu, pak. Biar nelayan bisa hidup. Nanti pelan2 kita belajar budidaya.." Oke, usulan bagus kata Jokowi. Semua pasti ada prosesnya sebelum menuju sempurna.

Lalu, Gerindra pun ajukan penawaran, "Biar orang kami aja jadi Menteri. Dia kapable kok.." Jokowi menerima sebagai bagian dari rekonsiliasi. Sekalian nyoba, gimana sikap Gerindra ketika berkuasa. Karena cara paling bagus mencoba orang adalah "beri dia jabatan".

Denny menuliskan, Edhi sebagai menteri bisa mengatur siapa saja yang bisa ekspor. Tapi sial, yang ditunjuk banyak teman atau orang partainya. Bahkan Hasjim Djojohardikusumo, Adik Prabowo pun jadi eksportir benih lobster. Padahal Hasjim sudah sultan pun ingin merasakan gurihnya.

"Nah, disini permasalahannya. Kat Denny, untuk pengangkutan benih lobster itu, Edhi hanya menunjuk satu forwarder saja, yaitu PT ACK. Disini saja sudah tampak indikasi korupsinya, kok bisa yang pegang pengangkutan hanya satu perusahaan ?," tulis Denny. 

Denny melanjutkan, calon2 eksportir itu pun transfer ke PT ACK. Hitungannya juga gilak. Pengirimannya gak dihitung per kilogram, tapi per ekor. Satu ekor benih lobster, biaya angkutnya Rp 1800. Padahal benih lobster berukuran itu kecil.

"Eh, selidik punya selidik ternyata ada nama Edhi juga di PT ACK. Sial, gak ? Jadi kita hitung aja. Kapasitas benih lobster kita 2 milyar ekor per tahun. Kalau semua di ekspor, maka keuntungan yang didapat Edhi dkk Rp. 1800 x 2 milyar ekor = 3,6T per tahun. Dahsyat ! Sayangnya, Edhi ini kayak kere munggah bale. Gak kuat derajat. Baru pegang uang 3 miliar rupiah, bawaannya udah pengen belanjaaa aja. Mungkin karena harus sayang istri yang ngidam pengen tas LV. Edhi sendiri pengen juga gaya, pengen pake Rolex dan baju Old Navy.," lanjut Denny.

KPK, dengan sepengetahuan Dewan Pengawas, sudah melacak ini berhari2 karena ada pengaduan potensi korupsi dari eksportir yang merasa kalau ekspor legal ini malah memberatkan mereka.

Dan begitulah. Edhi ketangkap bersama istri. Gerindra malu banget, karena akhirnya publik menilai, "Baru jadi Menteri aja udah begini, gimana nanti kalau Gerindra berkuasa di negeri ini ?" Ambyar. Bisa rusak suara Gerindra di Pilkada dan Pilpres nanti.. Harus kita tahu, kalau kekayaan laut kita total 1700 triliun rupiah. Untuk sektor perikanan saja, termasuk lobster, nilainya 300 triliun rupiah. Siapa yang gak ngiler liat angka2 itu ?  Benar orang bijak bilang. Manusia diuji oleh 3 hal yaitu harta, tahta dan Gerindra..Seruput kopinya..


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US