Warga Tigaraja Parapat Protes Soal Kejelasan BST, Polisi Bersenjata Diturunkan  
Warga Siburak-burak, Tigaraja protes soal kejelasan BST, Jumat (29/5/2020). (Screenshot/Facebook/Iyun Ambarita)
News
Kab. Simalungun

Warga Tigaraja Parapat Protes Soal Kejelasan BST, Polisi Bersenjata Diturunkan  

Jumat, 29 Mei 2020 16:27 WIB 29 Mei 2020, 16:27 WIB

INDOZONE.ID - Puluhan warga Lingkungan II Desa Siburak-burak, Kelurahan Tigaraja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara protes kepada kepling karena terindikasi tidak memberikan bantuan sosial tunai (BST) yang seharusnya menjadi hak warga. Sempat terjadi kerusuhan karena warna menolak kehadiran polisi yang membawa senjata.

"Kami tidak mau senjata dibawa ke sini!," teriak salah seorang warga, seperti dalam video yang direkam salah satu warga Iyun Ambarita di akun Facebook-nya, Jumat (29/5/2020) siang.

Tampak beberapa polisi dan Satpol PP di antara warga.

Pada video lainnya, sempat terjadi adu mulut antar warga dengan petugas dari kepolisian karena menghalangi warga mengajukan protes.

"Kenapa kami tidak dibolehkan protes, pak. Kedaulatan negara ada di tangan rakyat," kata seorang warga yang kemudian mendapat sorakan dari warga.

Menurut Iyun Ambarita, warga mengajukan protes karena meminta kejelasan soal BST yang kabarnya mengalir ke lingkungan mereka. Namun, pihak dari kepling maupun kelurahan tidak memberitahunya ke warga. Mencium adanya ketidakjujuran dan kepling, warga pun protes. 

"Awalnya kami mendengar bahwa BST sudah dikeluarkan oleh Kemensos, dan dari lingkungan kami penerimanya sebanyak 42 KK dari hampir 150 KK. Tadinya kami biasa saja, tapi kami kemudian mendengar adanya indikasi terjadinya kecurangan dalam penentuan penerima BST ini oleh kepling di lingkungan kami," terang Iyun.

Warga pun menuntut penjelasan kepada pihak kelurahan tentang bagaimana sistem pendataan untuk penerima BST ini. Dari yang diketahui warga, penerima BST ini memiliki 6 syarat, salah satunya penerimanya adalah masyarakat yang terdampak langsung akibat Covid-19, yang kehilangan pekerjaan atau usaha yang penghasilnya menjadi nol.

Seperti diketahui, warga Lingkungan II Kelurahan Tigaraja mayoritas menggantungkan ekonomi dari pariwisata. Namun, sejak pandemi Covid-19, pendapatan warga turun drastis. 

"Kami tadinya bersikap biasa saja walaupun kantong sudah mulai kering akibat 2 bulan lebih kami tutup, kami menjadi menuntut keadilan karena terbongkarnya data, di mana ada penemuan yang menunjukan kecurangan dalam penentuan penerima BST ini," terang Iyun. 

Sudah dua kali warga protes ke kelurahan, namun mereka tidak digubris. 

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU