Miris, Pungli di Sidebuk-debuk Kembali Terjadi, Wisatawan Mengeluh dan Protes
Tangkapan layar video pungli di wiasata Sidebuk-debuk (TikTok/Dohartosimbolon)
News
Kab. Karo

Miris, Pungli di Sidebuk-debuk Kembali Terjadi, Wisatawan Mengeluh dan Protes

Kamis, 28 Oktober 2021 15:02 WIB 28 Oktober 2021, 15:02 WIB

INDOZONE.ID - Praktik pungutan liar (pungli) kembali terjadi di kawasan wisata Sidebuk-debuk, tepatnya di Air Panas Pariban, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Seorang wisatawan mengaku dimintai uang Rp5 ribu per orang saat akan memasuki kawasan wisata tersebut. 

Pengutipan itu dilakukan oknum warga setempat. Mirisnya jika pengunjung tak memberikan uang yang diminta, mereka tidak diperbolehkan masuk ke area wisata.

“Mulai lagi, masuk ke air panas pariban pengutipan 5000/orang dan tidak ada karcis. Jika tidak dikasih nggak diizinkan masuk," tulis Doharto Simbolon dalam video TikToknya yang dilihat Indozone Kamis (28/10/2021). 
 
Dalam video yang viral tersebut, tampak seorang pria bermasker menyetop kendaraan pengunjung dan melakukan pengutipan uang. Pria itu beralasan uang diminta tersebut akan digunakan untuk biaya perbaikan jalan.

"Saya atas nama badan usaha milik desa bang ya," kata pria itu saat merima uang.

Si pengunjung yang merekam video merasa aneh sebab perbaikan jalan harusnya dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Tadikan abang bilang dipungut itu untuk perbaikan jalan karena pemda tidak ada biaya untuk perbaikan ini lagi?" ujar si pengunjung.

"Iya memang iya," jawab pria tersebut membenarkan.

Namun pria itu tidak menjelaskan bagaimana perbaikan jalan tersebut tidak didanai Pemda dan justru dikutip dari pengunjung wisata.

Sontak video itupun menuai beragam reaksi dari warganet. Mereka menyebut aksi pungli di tempat wisata itu sudah sering terjadi. Bahkan seorang warganet mengaku baru-baru ini juga mendatangi lokasi tersebut dan dimintai uang, namun alasan yang berbeda.

"2 Minggu lalu kami ke sana, 2 kali pengutipan yang pertama suka rela untuk penanganan Covid, terus yang kedua Rp5 ribu per orang hasil musyawarah desa katanya," jelas Hernita.

"Padahal di sana ada loh spanduk besar bertuliskan dilarang pungli, kalau sekarang nggak tau," sambung karahayu.

"Untuk sementara jangan ada yang datang kesana kalau masih ada pungli. Cari wisata lain. Masih banyak kok." timpal Aquarius Man Batak.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Aqmarul Akhyar
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US