Begini Keterangan Para Saksi dalam Sidang Kasus Dzulmi Eldin
Terdakwa Dzulmi Eldin pada sidang melalui teleconference (online) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Medan. (ANTARA/HO)
News
Kota Medan

Begini Keterangan Para Saksi dalam Sidang Kasus Dzulmi Eldin

Selasa, 07 April 2020 13:06 WIB 07 April 2020, 13:06 WIB

INDOZONE.ID - Pada Senin (6/4/2020), sidang kasus korupsi Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin digelar secara teleconference di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Penuntut Umum KPK menghadirkan tujuh orang saksi, salah satunya adalah Andika sebagai ajudan Wali Kota Medan. Andika dijadikan saksi untuk kasus terdakwa Dzulmi Eldin dalam perkara dugaan penerimaan suap sebesar Rp2,1 miliar.

Dalam sidang tersebut, Andika mengungkapkan bahwa Syamsul Fitri, Kasubag Protokol Pemkot Medan saat itu, aktif meminta uang dengan berbagai cara kepada para Kepala Dinas (Kadis) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Saya beberapa kali menerima uang dari 10 orang Kadis/OPD atas perintah Syamsul Fitri sebagai Kasubag Protokol Pemkot Medan kala itu," ungkap Andika.

Terdakwa Dzulmi Eldin pada sidang secara daring itu tetap berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Medan dan dipantau melalui layar monitor.

Saksi Andika menyebutkan, nominal uang yang diterimanya atas perintah Syamsul Fitri bervariasi jumlahnya mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta.

"Uang tersebut diterima melalui beberapa tahap yang juga bervariasi sesuai dengan kemampuan masing-masing Kadis yang memberikan," terang Andika.

Saksi lainnya yakni Aidil yang juga ajudan Wali Kota Medan nonaktif sejak 2017 mengakui dirinya mengetahui adanya permintaan uang kepada para Kadis/OPD sejumlah Rp1,2 miliar yang ditargetkan oleh Syamsul Fitri untuk kepentingan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

"Rusdi Sinuraya Dirut PD Pasar juga pernah memberikan uang dengan total Rp60 juta yang dimintakan Syamsul Fitri," tutur Aidil.

Sebelumnya, JPU KPK Iskandar Marwanto dalam dakwaannya menyebutkan Dzulmi Eldin Wali Kota Medan nonaktif periode tahun 2016-2021 menerima uang suap sebesar Rp2,1 miliar dari para Kepala Dinas di Pemkot Medan.

Saat itu, terdakwa Eldin menerima sejumlah uang senilai total Rp130 juta dari Isa Ansyari Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Jaksa mengatakan bahwa uang tersebut diberikan sebagai imbalan karena terdakwa mengangkat Isa Ansyari sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Perkara berikutnya adalah ketika perjalanan dinas Wali Kota Medan Eldin, dalam rangka kerja sama 'sister city' antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang.

Dari perjalanan dinas tersebut, diketahui terdapat pengeluaran Wali Kota Medan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ditambah dengan dana APBD yang tidak bisa dibayarkan.

Artikel Menarik Lainnya

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US