Ternyata Tersangka Oknum ASN Ini Sudah Keluarkan Ratusan Suket Hasil Rapid Test Palsu
Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Sisworo saat menunjukkan Suket hasil rapid test palsu yang dikeluarkan oknum ASN Pemkab Tapteng di Klinik Yakin Sehat. (ANTARA/Jason Gultom)
News
Kab. Tapanuli Tengah

Ternyata Tersangka Oknum ASN Ini Sudah Keluarkan Ratusan Suket Hasil Rapid Test Palsu

Selasa, 30 Juni 2020 11:32 WIB 30 Juni 2020, 11:32 WIB

INDOZONE.ID - Baru diketahui, ternyata oknum ASN dari lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, EWT (49) yang telah diamankan keplisian sudah mengeluarkan ratusan lembar Surat Keterangan (Suket) hasil rapid test palsu.

Ratusan suket itu diberikan kepada para calon penumpang kapal tujuan Sibolga-Nias. Mengutip Antara, Selasa (30/6), hal itu disampaikan oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dey melalui Kasat Reskrim AKP Sisworo kepada wartawan di Mapolres Tapteng, Senin (29/6), berdasarkan pengakuan tersangka EWT.

“Awalnya tersangka mengeluarkan Suket palsu itu hari Senin (22/6) dengan jumlah puluhan lembar. Dan terhitung sejak hari itu sampai dengan hari Sabtu, pelaku sudah mengeluarkan ratusan Suket palsu kepada para calon penumpang yang hendak berangkat ke Pulau Nias,” ungkap Kasat Reskrim AKP Sisworo.

Dia mengatakan, suket dari tersangka EWT dikeluarkan mulai hari Senin-Jumat dan selalu lolos di pelabuhan Sibolga, dan penumpangnya sudah menyeberang ke Pulau Nias.

Namun pada Sabtu (27/6), suket tersebut bermasalah karena dinyatakan palsu oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Suket tersebut palsu lantaran tidak terdapat nomor register surat. Akibatnya, puluhan penumpang terbengkalai karena batal berangkat.

“Sebahagian penumpang sudah ada yang berangkat dengan menggunakan Suket yang dikeluarkan tersangka. Dan baru hari Sabtu kemarin terjadi keributan di Pelabuhan Sibolga yang menyebutkan Suket tersebut palsu karena tidak ada registernya,” jelas Sisworo.

Berdasarkan pengakuan tersangka, semua pemeriksaan darah dilakukan di klinik Yakin Sehat dengan menggunakan rapid test yang dibelinya secara online seharga Rp160-190/unit. Sedangkan tarif untuk satu Suket dikenakan biaya Rp200-250ribu per lembar.

“Jadi sudah ada ratusan Suket yang dikeluarkan tersangka, dan semuanya dikerjakan tersangka di Klinik Yakin Sehat. Dan sejumlah alat bukti seperti komputer, printer, rapid test, surat keterangan, stempel, dan jarum suntik untuk mengambil darah sudah kita sita,” ungkap Sisworo.

Atas perbuatannya itu, tersangka EWT diancam pasal 263, sub 268 ayat (1) dan pasal 55. Saat ini Polres Tapteng terus mengembangkan kasus ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU