Jabatan Akhyar Nasution Hingga Februari, Belum Tahu akan Jadi Walikota Medan atau Tidak
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution. / istimewa
News
Kota Medan

Jabatan Akhyar Nasution Hingga Februari, Belum Tahu akan Jadi Walikota Medan atau Tidak

Selasa, 15 Desember 2020 09:45 WIB 15 Desember 2020, 09:45 WIB

INDOZONE.ID - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Medan, Alida, mengungkapkan, masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Akhyar Nasution setelah putusan inkrah pengadilan tindak pidana korupsi terhadap Walikota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin, berakhir 17 Februari 2021.

"Kalau Pak Akhyar, masa jabatannya kurang lebih dua bulan. Apakah bisa dilantik atau tidak menjadi walikota definitif, kami belum tahu," ujarnya di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (14/12/2020) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, peristiwa yang dialami oleh Akhyar Nasution mirip seperti pergantian posisi Rahudman Harahap ke Tengku Dzulmi Eldin dari jabatan Plt Walikota Medan menuju orang nomor satu di Pemerintah Kota Medan pada Juni 2014.

Tetapi, ketika itu, lanjutnya, sisa masa jabatan yang diemban oleh Tengku Dzulmi Eldin masih 18 bulan, sehingga beliau dilantik menjadi Walikota Medan definitif usai putusan inkrah pengadilan tindak pidana korupsi terhadap Rahudman Harahap.

Wanita yang akrab disapa Uni itu menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum juga menerima salinan putusan dari pengadilan tindak pidana korupsi, dan surat keputusan pemberhentian Tengku Dzulmi Eldin dari jabatan Walikota Medan.

"Kalau ada usulan, kita banmus-kan (badan musyawarah, Red) setelah ada kajian dari Pemkot Medan. Nanti, kita sampai ke paripurna. Sejauh ini yang kami terima hanya surat cuti Pak Akhyar ketika ikut kampanye, dan itu telah berakhir," ujar Uni.

Pilkada Serentak 2020 Kota Medan pada 9 Desember lalu, Akhyar Nasution ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Medan Salman Alfarisi yang didukung dua partai politik, yakni PKS dan Demokrat dengan mendapat nomor urut 1.

Mereka harus mengakui keunggulan paslon Walikota dan Wakil Walikota Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman diusung PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PAN, PPP, Hanura, dan PSI yang mendapat nomor urut 2, setelah PKS Kota Medan mengklaim Akhyar-Salman cuma meraih angka 48 persen atau selisih 4 persen dari lawannya.

"Sampai tahapan ini, sudah kita lakukan penghitungan dari seluruh TPS (tempat pemungutan suara). Hasilnya, kita meraih suara 48 persen dengan partisipasi 47 persen dari 1,6 juta pemilih," ujar Plt Ketua PKS Kota Medan Amsal Nasution.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US