Waspadai Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Aceh, Ini Prediksi BMKG 
Ilustrasi cuaca ekstrem. / istimewa
News
Nasional

Waspadai Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Aceh, Ini Prediksi BMKG 

Sabtu, 05 Desember 2020 18:10 WIB 05 Desember 2020, 18:10 WIB

INDOZONE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh memprediksikan cuaca esktrem masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh hingga beberapa hari kedepan. Warga diminta waspada potensi banjir.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metereologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Sabtu (5/12/2020), mengatakan adanya belokan angin dan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Aceh yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

"Kondisi ini dapat mengakibatkan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai kilat atau petir pada siang, sore hingga malam hari," kata Zakaria, dilansir dari Antara.

Menurut Zakaria, wilayah yang berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang meliputi wilayah Kota Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar.

Selanjutnya, Aceh wilayah Timur seperti Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara. Serta kemudian juga wilayah Aceh bagian Tengah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara. Dan Aceh bagian Barat seperti Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Oleh sebab itu, kata Zakaria, masyarakat Aceh di wilayah Tengah diminta untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor, kemudian Aceh wilayah Timur dan Barat juga waspada terhadap potensi banjir luapan dari daerah aliran sungai.

Adanya belokan angin tersebut, menurut Zakaria, juga dapat berpotensi gelombang laut tinggi di beberapa wilayah perairan Aceh yang mencapai 4 meter, meliputi Selat Malaka Bagian Utara dan Perairan Utara Sabang.

Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh seperti Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Simeulue, dan Subulussalam.

Bahkan, khusus di Aceh Timur tercatat 1.931 jiwa dalam 481 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan mushalla, sedangkan 6.220 KK dari 24.315 jiwa masih bertahan di rumah masing-masing.


Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US