Zona Hijau Covid-19 di Sumut Bertambah, Capaian Vaksinasi 55 Persen 
Ilustrasi virus corona. (Pixabay)
News
Kota Medan

Zona Hijau Covid-19 di Sumut Bertambah, Capaian Vaksinasi 55 Persen 

Jumat, 10 Desember 2021 10:11 WIB 10 Desember 2021, 10:11 WIB

INDOZONE.ID - Kabar baik menyelimuti Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, zona hijau Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara bertambah menjadi 8 (delapan) daerah Kabupaten/Kota yang sebelumnya hanya enam saja. Yakni, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Barat, Tebing Tinggi, Sibolga, Labuhanbatu, Labuhan Batu Utara dan Nias Utara.

Data tersebut berdasarkan data yang tertuang dalam laman resmi covid19.go.id hingga 9 Desember 2021 di Medan, Kamis, (9/12/2021). Namun, tidak hanya ini saja kabar baiknya, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis, mengatakan capaian vaksinasi COVID-19 di Sumut juga hingga saat ini sudah di atas 55 persen.

"Jadi penetapan zona hijau COVID-19 berdasarkan beberapa indikator, di antaranya yakni capaian vaksinasi dan jumlah kasus COVID-19. Sementara saat ini Sumut capaian vaksinasinya sudah 55%," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis, seperti yang dikutip dari Antara Jumat (10/12/2021). 

Selain itu, dia juga mengimbau guna mencegah penularan COVID-19, masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Tetap patuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19," ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data, Kabupaten Nias Selatan yang sebelumnya berada di zona hijau, kini statusnya berubah menjadi zona kuning. Lalu, disebutkannya juga bahwa daerah lainnya yang masuk kategori zona kuning, yakni Kota Medan, Tanjung Balai, Mandailing Natal, Serdang Bedagai.

Kemudian, Batu Bara, Padang Lawas, Gunung Sitoli, Tapanuli Tengah, Nias, Deli Serdang, Dairi, Toba Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Tapanuli Selatan, Langkat.

Selanjutnya, Asahan, Pematangsiantar, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Binjai, Humbang Hasundutan, Simalungun dan Karo.

Sebagai informasi, peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Adapun indikator-indikator yang digunakan seperti indikator epidemiologi yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator survei kesehatan masyarakat seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis, serta indikator pelayanan kesehatan yakni jumlah keterisian tempat tidur, ruang isolasi, rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US