Kemendag Prediksi Harga Minyak Goreng Masih Mahal hingga Tahun Depan, Ini Penyebabnya
Pedagang menyusun minyak goreng curah yang telah dibungkus di pasar raya Padang, Sumatera Barat (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
News
Nasional

Kemendag Prediksi Harga Minyak Goreng Masih Mahal hingga Tahun Depan, Ini Penyebabnya

Rabu, 24 November 2021 14:47 WIB 24 November 2021, 14:47 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap harga minyak goreng diprediksi masih mahal hingga tahun depan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi minyak sawit di beberapa negara pemasok.

"Ini berpotensi untuk terus bergerak bahkan kita sudah prediksi sampai kuartal I 2022 masih meningkat terus karena termasuk komoditas yang supercycle. Dan ini kemungkinan beranjak naik terus," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan dalam diskusi INDEF secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Ia menjelaskan menurunnya produksi minyak sawit menyebabkan harga Crude Palm Oil (CPO) menjadi tinggi hingga harga minyak goreng curah mencapai Rp 17.000/liter.

"Tadi CPO meningkat hingga ada peningkatan minyak goreng, minyak goreng curah saja sudah Rp 17.000/liter dan ini tentunya akan berdampak pada UMKM yang menggunakan minyak goreng yang memang mengisi roda perekonomian pada PPKM Level," jelasnya.

Ia juga menuturkan kenaikan harga minyak goreng kian diperparah oleh fenomena supercycle komoditi di 2020-2021 yang diakibatkan stimulus ekonomi negara maju, nilai tukar dolar yang kian melemah dan permintaan yang naik drastis di China dan negara lain di Asia.

Adapun akibat dari fenomena tersebut, beberapa negara mulai menyimpan stok komoditas dalam jumlah yang besar terutama untuk komoditi energi hingga pangan.

"Maka Indonesia perlu mengantisipasi dengan memperbesar cadangan pangan dan energi serta diversifikasi sumber pasokan pangan serta energi," ujarnya. 

Selain minyak, ia juga menyebut harga kedelai turut meningkat. Hal ini tentu akan mempengaruhi produksi tempe dan tahu yang bergantung pada kedelai impor.

"Masyarakat harus tahu karena tempe ini sumber makanan utama sehingga ketergantungan harga kedelai ini harus diberikan edukasi terkait kenaikan ini," tuturnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Anisa Rizwani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU