Ricuh Warga Abdya Tolak Vaksinasi, Polda Aceh: Itu karena Kurang Edukasi
Tangkapan layar kericuhan warga menolak vaksinasi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh (Instagram/Kabaraceh)
News
Nasional

Ricuh Warga Abdya Tolak Vaksinasi, Polda Aceh: Itu karena Kurang Edukasi

Rabu, 29 September 2021 14:33 WIB 29 September 2021, 14:33 WIB

INDOZONE.ID - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, menolak vaksinasi massal. Penolakan itu berujung ricuh yang mengakibatkan seorang nakes terluka dan dosis vaksin rusak, Selasa (28/9) pagi.

Kerusuhan tersebut terjadi di Posko Vaksinasi di Ujong Serangga, Pelabuhan Susoh, Abdya. Padahal gelaran vaksinasi itu diketahui digelar oleh jajaran Polsek Susoj, Koramil /04 Susoj, Pol Aoirid dan Puskesmas Sangkalan.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, tampak warga mengamuk hingga merusak kursi dan meja di posko vaksinasi. Bahkan, mobil ambulans terpaksa harus meninggalkan lokasi.

"Bubarkan...bubarkan," teriak warga.

Terlihat pula, petugas vaksinator kocar-kacir saat ratusan warga pedagang ikan dan nelayan mengamuk. Bahkan dua kaca jendela musala yang ada di area pelabuhan ikut menjadi sasaran amukan warga.\

Selain itu, seorang tenaga kesehatan (nakes) bernama Fanni Eprilia Tika (28) diketahui mengalami lebam pada bagian betis belakang sebelah kanan akibat terkena benturan kursi plastik.

Sejumlah dosis vaksin pun rusak. Alat medis, berupa masker, hand sanitizer, alat tensi, jarum suntik dan obat-obatan juga ikut rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy buka suara. Ia menduga salah satu faktor pemicu terjadinya aksi penolakan tersebut dikarenakan kurangnya edukasi terkait pentingnya vaksin COVID-19.

“Itu karena kurangnya edukasi, makanya terjadi penolakan,” kata Winardy pada awak media, Selasa (28/9).

Ia menjelaskan, para nelayan dan penjual ikan yang berjumlah sekitar 300 orang itu diketahui marah dan tidak mau mengikuti vaksinasi lantaran kegiatan itu menyebabkan dagangan mereka sepi.

“Mereka marah karena kegiatan vaksinasi tersebut menyebabkan pengunjung di PPI Ujung Serangga sepi dan mempengaruhi pendapatan mereka,” ujarnya.

Diketahui kegiatan vaksinasi di PPI itu sudah berlangsung selama 3 bulan.

Artikel Menarik Lainnya:

Tragis, Tabrak Angkot Berhenti, Mahasiswa di Sergai Tewas Terlindas Truk
Ruangan Tata Usaha SMPN 1 Besitang Dibobol Maling, Belum 24 Jam Pelaku Diringkus Polsek
Tergerus Air, Jembatan Menuju Jalan Utama Binjai-Bukit Lawang Ambruk

TAG
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US