Korea Utara Tembakan Rudal Balistik, Peneliti Pertahanan: Tidak Menantang   
Arsip--Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu di lokasi percobaan penembakan rudal balistik kapal selam dari bawah air dalam foto tidak bertanggal yang dirilis oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Minggu (24/4/2016). (KCNA/via REUTE
News
Internasional

Korea Utara Tembakan Rudal Balistik, Peneliti Pertahanan: Tidak Menantang   

Rabu, 20 Oktober 2021 11:17 WIB 20 Oktober 2021, 11:17 WIB

INDOZONE.ID - Korea Utara (Korut) tembakan rudal balistik baru di lepas pantai timurnya. Menurut laporan kantor berita KCNA pada Rabu (20/10),  hal ini dilakukan negara Korut sebagai uji tembak rudal tersebut dari kapal selam (SLBM).

Ternyata, kapal selam yang meluncurkan rudal tersebut merupakan kapal selam yang digunakan dalam uji coba jenis SLBM lama pada tahun 2016. 

Selain kapal selam SLBM tersebut, Korut juga memiliki armada besar kapal selam tua. Namun saat ini, Korut belum mengerahkan kapal selam rudal balistik operasional, di luar kapal eksperimental kelas Gorae yang digunakan dalam pengujian.

Di sisi lain, rudal yang baru tembakan Korut terlihat lebih ramping. Bahkan, lebih kecil dari desain SLBM Korea Utara sebelumnya. Hal itu terlihat dari foto-foto yang dirilis oleh KCNA. 

Hal ini pun sontak membuat, seorang peneliti pertahanan di International Institute for Strategic Studies, Joseph Dempsey, berpendapat, bahwa rudal yang ditembakan kemungkinan merupakan model yang sebelumnya, yang tidak terlihat waktu pertama kali dipamerkan di pameran pertahanan di Pyongyang pekan lalu.

Dikatakannya juga, SLBM yang lebih kecil dapat berarti lebih banyak rudal yang disimpan di satu kapal selam. Meskipun dengan jangkauan yang lebih pendek, senjata itu berpotensi menempatkan Korea Utara yang bersenjata nuklir lebih dekat untuk menerjunkan kapal selam rudal balistik operasional (SSB).

“Meskipun desain SLBM Korea Utara yang lebih kecil dapat memungkinkan lebih banyak rudal per kapal, itu juga dapat memungkinkan desain SSB yang lebih kecil dan tidak terlalu menantang, termasuk integrasi/konversi yang lebih mudah pada kapal selam yang sudah ada sebelumnya,” kata Joseph Dempsey, seperti yang dikutip Indozone dari Antara, Rabu, (20/10/2021).

Namun, disebutkannya perkembangan itu diperkirakan hanya berdampak terbatas pada persenjataan Pyongyang, hingga sampai negara itu membuat lebih banyak kemajuan pada pembangunan kapal selam yang lebih besar.

"Itu hanya berarti mereka mencoba mendiversifikasi opsi peluncuran kapal selam mereka. Ini adalah perkembangan yang menarik tetapi dengan hanya satu kapal selam di dalam air yang dapat meluncurkan satu atau dua dari rudal-rudal ini,  kapal itu tidak banyak berubah,” kata Dave Schmerler, peneliti senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies di California.

Sementara itu, kata KCNA, SLBM tipe baru menampilkan teknologi panduan kontrol canggih termasuk mobilitas sayap dan mobilitas lompat luncur. Bahkan disebutkannya SLBM akan sangat berkontribusi untuk menempatkan teknologi pertahanan negara pada tingkat tinggi.

"Bahkan untuk meningkatkan kemampuan operasional bawah laut angkatan laut kita,” terangnya KCNA.

Sedangkan Schmerler mengatakan tidak mengerti yang dimaksud KCNA dengan mobilitas sayap, tetapi lompatan meluncur. Hal itu menurutnya adalah cara untuk mengubah lintasan rudal agar lebih sulit dilacak dan dicegat.

Korut, katanya, telah melakukan sejumlah uji coba dalam beberapa tahun terakhir dengan rudal balistik jarak pendek. Jadi menurut para analis, hal itu dirancang untuk menghindari sistem pertahanan rudal di Korea Selatan.

Kemudian, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan katakan, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan tidak menghadiri uji coba pada Selasa (19/10). Kemudian, rudal yang  diluncurkan dari laut, di sekitaran Sinpo, tempat Korea Utara menyimpan kapal selam, serta peralatan untuk uji tembak SLBM.

Artikel Menarik Lainnya:



TAG
Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US