Mantan Ketua MK: Jika Institusi Tidak Mampu Maka Lembaga Internasional Bisa Mengintervensi
Mantan ketua MK Hamdan Zoelva. / istimewa
News
Nasional

Mantan Ketua MK: Jika Institusi Tidak Mampu Maka Lembaga Internasional Bisa Mengintervensi

Senin, 21 Desember 2020 13:08 WIB 21 Desember 2020, 13:08 WIB

INDOZONE.ID - Mantan ketua MK Hamdan Zoelva mengatakan jika institusi tak mampu menangani soal kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI), maka lembaga internasional bisa melakukan intervensi.

Hamdan menduga ada pelanggaran HAM berat atas enam laskar FPI yang tewas di tangan kepolisian. Jika kondisi penegakan hukum di Indonesia tak terselesaikan.

Hamdan menyebutkan, Komnas HAM memiliki peran penting dalam penuntasan kasus ini. Terlepas pihak kepolisian dan Komnas HAM yang mempunyai wewenang untuk mengurus soal ini.

"Jika institusi itu tidak mampu (menanganinya) maka lembaga internasional bisa saja mengintervensi," ujarnya dalam webinar Polisi, FPI dan HAM, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, kasus pembunuhan enam laskar yang merupakan kejahatan HAM dan intervensi itu sangat dimungkinkan. Sebab, Zoelva mengatakan, meski kejadian berada di Indonesia, nyatanya kejahatan HAM memiliki sifat lintas wilayah.

Dia mengakui, kejahatan berat memang bisa saja dituntaskan secara hukum nasional. Tapi, jika kemudian hukum yang dimaksud dianggap memiliki impunity maka lembaga internasional bisa dipastikan masuk dan menyelesaikannya.

Zoelva menilai, kini harapan tertuju kepada Komnas HAM. Terlebih, ketika Presiden telah menyampaikan tanggapan dengan tegas jika ada lembaga independen yang memang diberi kewenangan terkait ini, yakni Komnas HAM.

"Atas tewasnya enam orang FPI ini maka lebih dekat ke kasus kejahatan terhadap kemanusiaan,’’ jelasnya.

Zoelva berharap pihak terkait menyelesaikan kasus ini secepatnya. Karena Zoelva khawatir nantinya bisa menjadi persoalan besar jika Indonesia diketahui memiliki impunity hukum dalam penanganan kasus HAM berat. 

"Amanat yang sangat besar, tentu ada di Komnas HAM untuk menyelidiki ini. Jika bukti cukup maka disampaikan ke Kejakgung untuk penyidikan dan penuntutan lebih lanjut," ucapnya.

 

Artikel menarik lainnya: 


TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US