Beredar Video, Tito Karnavian Sebut Habib Rizieq adalah Sahabat dan FPI Sangat Toleran
Potongan video Tito Karnavian tentang FPI. / twitter
News
Nasional

Beredar Video, Tito Karnavian Sebut Habib Rizieq adalah Sahabat dan FPI Sangat Toleran

Jumat, 01 Januari 2021 14:06 WIB 01 Januari 2021, 14:06 WIB

INDOZONE.ID - Pascapelarangan segela aktivitas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah. Beredar video lama Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian yang menyebutkan FPI adalah organisasi Islam paling toleran kepada agama lain.

Dalam video yang diposting oleh akun twitter, @BebekMilenial 1 Januari 2021 pukul 13.31 wib Tito menyebutkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sebetulnya masih sebagai ketua FPI.

"Sahabat saya, karena kenalnya sudah lama, Doktor Habib Rizieq Shihab imam besar FPI, sebetulnya bapak masih ketua, yang lain itu penggantinya. Saya tahunya bapak ketuanya, habib saja. Baik Ketua Umum Ustad Shobri, Kang Maman, dan Pak Munarman juga, teman saya lama sekolah," ucap Tito Karnavian ketika menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

"Saya rasa ini momentum yang sangat luar biasa buat pandangan saya pribadi. Karena temanya ialah mengenai Dialog Lintas Agama, tema yang sangat penting. Bukan hanya bagi Jakarta tapi juga Indonesia. Yang menariknya dilaksanakan oleh FPI dan ditempatnya FPI, alhamdulillah, tepuk tangan dulu buat FPI,".

Menurut Tito, kegiatan dialog lintas agama bisa melepaskan stigma yang mungkin telah dilabel oleh media massa dan kemudian mempengaruhi publik. Seperti, FPI adalah organisasi massa yang radikal, yang militan, identik dengan kekerasan, intoleran.

"Tapi dalam kenyataannya, saya paham karena sudah lama dengan teman-teman FPI, banyak bergaul termasuk berdiskusi banyak sekali dengan imam besar, paham pemikiran beliau, beliau sangat toleran sebetulnya dan tentunya mewarnai FPI. FPI adalah ormas Islam yang sangat toleran pada agama lain," ucap Menteri Dalam Negeri itu.

Sebelumnya, Menkopolhukam, Mahfud MD mengumumkan larangan segala aktivitas organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI). 

"Bahwa FPI sejak tanggal 21 Juni 2019, secara dejure telah bubar sebagai ormas, tetapi sebagai organisasi FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum," ujar Mahfud MD, Rabu (30/12/2020).

Menurut Mahfud, FPI telah melakukan pelanggaran seperti tindak kekerasan, razia secara sepihak dan provokasi. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, dan sesuai putusan MK nomor 82 PUU 112013 tertanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI. 

"Dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI, karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun organisasi biasa,"ujar Mahfud MD.

"Kepada aparat pemerintah, pusat dan daerah, kalau ada sebuah organisasi mengatasnamakan FPI harus ditolak,"kata Mahfud.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US