Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Medan, Kapolda Sumut Sebut ada 21 Orang Reaktif Covid-19
Seorang demonstran aksi unjuk rasa di DPRD Sumut saat diamankan petugas, Kamis (8/10) di depan Kantor DPRD Sumut. / indozone.id/ Raden Armand
News
Kota Medan

Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Medan, Kapolda Sumut Sebut ada 21 Orang Reaktif Covid-19

Jumat, 09 Oktober 2020 17:24 WIB 09 Oktober 2020, 17:24 WIB

INDOZONE.ID - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin, Jumat (9/10) menyebutkan 21 dari 243 pendemo yang diamankan pada unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Medan Kamis (8/10) dinyatakan reaktif COVID-19.

"Total 243 orang diamankan saat aksi di Medan. Dari rapid test pertama, kita temukan ada 21 orang reaktif," katanya saat di Mapolrestabes Medan.

Menurutnya, para pendemo yang reaktif Covid-19 akan diserahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan untuk diisolasi.

"Kita sudah bicara dengan Gugus Tugas Kota Medan untuk langsung diisolasi. Karena kita tidak mau dari 21 orang ini meningkat menjadi terpapar corona virus," katanya.

Sebelumnya, unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI, pada Kamis di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum turut dibakar dan dirusak oleh massa. Bahkan, kaca gedung DPRD Sumut pecah akibat dilempari batu oleh para demonstran.



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US