Tiga Kali Langgar Protokol Kesehatan di Padang akan Kena Sanksi Pidana
Ilustrasi masker./ istimewa
News
Nasional

Tiga Kali Langgar Protokol Kesehatan di Padang akan Kena Sanksi Pidana

Minggu, 25 April 2021 12:59 WIB 25 April 2021, 12:59 WIB

INDOZONE.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan pihaknya akan mengenakan sanksi pidana terhadap warga yang telah melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19 sebanyak tiga kali.

"Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, jika tiga kali melanggar protokol kesehatan, maka dikenakan sanksi pidana," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol-PP Padang Edrian Edwar, di Padang, Minggu pagi, usai melaksanakan operasi yustisi secara gabungan bersama Polresta Padang dan instansi terkait lainnya dari Sabtu (24/4) malam hingga Minggu (25/4) dini hari.

Ia menjelaskan setiap pelanggar akan dicatat data serta identitasnya, kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi khusus berbasis digital yakni "Sipelada" atau Sistem Informasi Pelanggar Perda.

"Dalam aplikasi ini akan terlihat apakah seseorang pernah melakukan pelanggaran sebelumnya, jika itu adalah kali pertama, maka ia diberikan teguran dan identitasnya dicatat petugas," ujarnya pula dikutip dari Antara.

Kemudian, lanjutnya, jika orang yang sama kembali tertangkap oleh petugas, maka namanya akan muncul dalam aplikasi.

Pelanggaran yang kedua kalinya akan dikenakan sanksi sosial atau bisa memilih membayar denda dari Rp100.000 hingga Rp150.000

Jika orang yang sama kembali tertangkap untuk ketiga kalinya, maka sanksi pidana akan diterapkan dan pelanggar menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

"Tipiring ini ada dua putusan nantinya, yakni kurungan selama dua hari atau denda Rp250 ribu," katanya lagi.

Aturan yang sama juga berlaku bagi pelaku usaha, hanya saja besaran denda administratifnya lebih besar dibandingkan orang perorangan yakni Rp500 ribu.

Ancaman pidananya pun terbilang lebih berat yaitu paling lama 30 hari kurungan atau denda Rp15 juta.

Namun, menurut Edrian Adwar, sampai saat ini belum ada warga yang tercatat melakukan pelanggaran sebanyak dua kali dalam aplikasi "Sipelada".

Dalam operasi yustisi gabungan yang dimulai Sabtu (24/4) malam, petugas menjaring 270 pelanggar yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar.

"Operasi yustisi akan terus digencarkan bersama instansi terkait lainnya demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Padang," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US