Anjing Petani di Palas Dimangsa Harimau, BBKSDA Sumut Kembali Pasang Jebakan
Ilustrasi Harimau Sumatera (Instagram/Joe_oman)
News
Kab. Padang Lawas

Anjing Petani di Palas Dimangsa Harimau, BBKSDA Sumut Kembali Pasang Jebakan

Rabu, 15 Desember 2021 09:10 WIB 15 Desember 2021, 09:10 WIB

INDOZONE.ID - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) bersama petugas TNI - Polri dan masyarakat kembali memasang kandang jebakan Harimau Sumatera di Desa Siundol Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas). Pasalnya teror harimau liar kembali menghantui masyarakat sekitar. 

“Pemasangan kandang jebak Harimau Sumatera tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan seorang petani atas nama Gongma Tua Hasibuan yang mengaku induk dan anak anjing miliknya mati, diduga akibat dimangsa harimau liar,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI, BBKSDA Sumut, Darmawan, seperti yang dikutip Indozone dari Antara, Rabu (15/12/2021).

Ia menjelaskan anjing milik petani Palas itu ditemukan mati di lokasi areal perkebunan pada Minggu (12/12) malam. 

"Saat pengecekan laporan tersebut, tim kami bersama petugas gabungan menemukan bekas injakan kaki Harimau Sumatera di lokasi perkebunan tempat anjing petani itu ditemukan mati,” sambungnya.

Ia juga menuturkan pemasangan kandang jebak Harimau Sumatera di wilayah Kecamatan Sosopan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Oleh sebab itu ia berharap kali ini perangkap itu membuahkan hasil sehingga Harimau Sumatera liar yang mengganggu masyarakat dapat diamankan.

“Ini sudah yang ketiga kalinya, jadi kami harap ada hasilnya. Kami juga mengimbau masyarakat Kecamatan Ulu Barumun dan Kecamatan Sosopan, khususnya masyarakat Desa Siraisan, Desa Pagaranbira Jae, Desa Pagaranbira Julu, Desa Hutabargot, Desa Hutabaru Siundol dan Desa Siundol Julu, supaya tetap waspada dan mengurangi aktivitas di lokasi lahan perkebunan masing-masing,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, apabila masyarakat menemukan atau melihat Harimau Sumatera liar tersebut diharap segera memberitahukan kepada pihaknya.

“Begitu menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau masyarakat diharap segera melapor untuk antisipasi bersama. Ini juga sebagai upaya kita mengatasi keresahan masyarakat terkait teror Harimau Sumatera liar yang sudah berlangsung hampir sekitar satu bulan lebih,” pungkasnya. 
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Anisa Rizwani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US