Ternyata Pengungsi Rohingya di Aceh Bagian dari Penyelundupan Imigran, Dalangnya di Medan
Sejumlah imigran etnis Rohingya beristirahat di pesisir Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9). (ANTARA FOTO/Rahmad)
News
Nasional

Ternyata Pengungsi Rohingya di Aceh Bagian dari Penyelundupan Imigran, Dalangnya di Medan

Rabu, 28 Oktober 2020 15:59 WIB 28 Oktober 2020, 15:59 WIB

INDOZONE.ID - Masih segar di ingatan tentang penyelamatan ratusan imigran Rohingya yang dilakukan oleh nelayan Aceh Utara pada Rabu, 26 Juni 2020 lalu. Setelah tiba di daratan, mereka pun dibawa ke penampungan di Kota Lhokseumawe.

Setelah diamati, ada kejanggalan dengan peristiwa terdamparnya pengungsi Rohingya yang berjumlah 99 orang di perairan Aceh saat itu.

Usut punya usut, ternyata ratusan pengungsi Rohingya itu memang sengaja diselundupkan ke Aceh dengan modus pura-pura terdampar agar dapat diselamatkan.

Dari hasil penyelidikan kepolisian Aceh, dalang di balik penyelundupan 99 pengungsi Rohingya itu adalah seorang warga Rohingya berinisial AR yang berada di penampungan di Kota Medan.

AR sendiri sudah berada di penampungan di Medan sejak tahun 2011 lalu. Namun saat ini, dia masih dalam upaya pengejaran kepolisian.

Dalangnya tak hanya AR, ada pengungsi Rohingya lainnya berinisial SD yang sama-sama sudah berada di Indonesia sejak 2011.

"Aktornya dari Medan. Dia tinggal di Medan di bawah akomodasi IOM," ujar Direskrimum Polda Aceh, Kombes Sony Sonjaya, dalam konferensi persnya di Mapolda Aceh pada Selasa (27/10).

Dalam aksinya, AR bersama AD menghubungi seorang warga Lhokseumawe berinisial F untuk menyewa kapal yang bisa dipakai untuk menjemput warga Rohingya di tengah laut. Ketiganya pun membuat surat perjanjian terkait sewa kapal dan membayar uang sewa sebesar Rp10 juta.

Lalu, F mengajak dua orang lainnya berinisial AS dan R untuk menjemput pengungsi Rohingya yang sudah berada di tengah laut. Mereka pun berkoordinasi dengan menggunakan sandi khusus.

"Titik koordinat sudah diberikan oleh AR sehingga ketika kapal penjemput dan kapal besar di tengah laut menunggu, mereka memberikan sandi. Setelah itu, baru turun 99 warga Rohingya dari kapal besar tersebut ke kapal penjemput," jelas Sony.

Pada 22 Juni 2020, ketiganya menjemput puluhan pengungsi Rohingya yang berada di tengah laut. Namun beberapa hari kemudian, kapal mereka rusak dan terapung di tengah laut.

Kapal mereka kemudian diselamatkan oleh nelayan dan dibawa ke pesisir Pantai Lancok, Aceh Utara pada 26 Juni 2020.

Kini, polisi sudah berhasil mengamankan empat tersangka, yakni SD, AS, F dan R. Sementara, AR dan AJ masih dalam upaya pengejaran.

"Jadi terdamparnya Rohingya di Aceh bukan semata kemanusiaan. Di balik ini ada upaya menyelundupkan orang ke wilayah hukum Indonesia," ujar Sony.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU