Usai BNN Gerebek USU, Rektor akan Bentuk Satgas Anti Narkoba: Alumni Jangan Membawa Racun
Kolase Foto Rektor USU dan Mahasiswa USU yang dringkus BNNP Sumut. (Foto/Istimewa)
News
Kota Medan

Usai BNN Gerebek USU, Rektor akan Bentuk Satgas Anti Narkoba: Alumni Jangan Membawa Racun

Selasa, 12 Oktober 2021 13:02 WIB 12 Oktober 2021, 13:02 WIB

INDOZONE.ID - Usai Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut menggerebek sejumlah mahasiswa yang terlibat narkotika di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), pada hari Sabtu (9/10) sekira pukul 22.00 WIB malam. Rektor USU, Muryanto Amin angkat bicara tentang peristiwa itu.

Dia katakan, akan memberi sanksi kepada mahasiswa/mahasiswi USU yang diringkus BNNP Sumut. Baik itu pengguna maupun pengedar, hal itu ia sesuaikan dengan tupoksi BNN dengan adanya saling koordinasi.

"Kemudian, Kita akan membuat standar operasi prosedur (SOP) secara ketat tentang penggunaan ruang-ruang kelas di malam hari. Baik di luar jam kuliah maupun setelah pertemuan tatap muka," kata Muryanto Amin, Selasa, (12/10/2021).

Lalu, ia juga akan membentuk masyarakat anti narkoba atau satgas anti narkoba yang dahulu ada tetapi pakum. Namun, dia akan mengatifkan kembali satgas anti narkoba, mulai tingkat Universitas hingga tinggkat fakultas.

"Itu semua kita harapkan terutama di lokasi yang sering digunakan ini (tempat menggunakan narkoba di USU) perhatian kita harus serius.  Jadi, tidak ada lagi toleransi dan tidak ada lagi mahsiswa yang diberikan atau dibiarkan beraktivitas di kampus di malam hari. Kecuali untuk hal yang produktif," pungkasnya.

Disinggung terkait peran alumni dan UKM kampus, dia menuturkan akan menggerakan mahasiswa anti narkoba dan mengajak serta mengaktifkan alumni untuk menjadi narasumber dan disikusi guna untuk memberikan pencerahan pada mahasiswa.

"Dan, juga menghindari alumi-alumni yang datang ke kampus ini tidak membawa racun ke kampus, itu yang perlu kita antisipasi," tegasnya.

Kemudian, disinggung terkait ruangan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang digunakan untuk pesta narkotika hingga digerebek BNNP Sumut. Dia akan mengambil langkah untuk meretakan ruangan tersebut.

"Ya nanti kita bersihkan, jadi ruangan yang dekat lapangan voli itu, kita ratakan  dan kita jadikan ruangan publik. Jadi nanti tidak ada lagi ruangan di situ," ucapnya.   

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US