1 Orang Tewas dan 3 Pekerja Hilang Akibat Longsor di Karo, 17 Kecamatan Berpotensi Bencana
Satu Orang Tewas dan Tiga Pekerja Hilang Akibat Longsor di Karo, 17 Kecamatan Berpotensi Bencana Longsor. (foto/istimewa).
News
Kab. Karo

1 Orang Tewas dan 3 Pekerja Hilang Akibat Longsor di Karo, 17 Kecamatan Berpotensi Bencana

Senin, 27 September 2021 13:42 WIB 27 September 2021, 13:42 WIB

INDOZONE.ID - Satu orang pekerja kontruksi tewas akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/9), pukul 15.08 WIB. 

Tak hanya mengkibatkan satu orang korban saja, longsor ini juga mengakibatkan tiga pekerja hilang dan satu lainnya luka berat. Oleh sebab itu, tim gabungan telah mengevakuasi dan mengidentifikasi korban setelah dua jam proses pencarian pada sore kemarin.

"Namun, warga yang dinyatakan hilang tersebut masih dicari oleh tim gabungan yang dibantu warga desa. Sedangkan warga luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Korban terdampak berada di lokasi perbaikan penahan tebing jalan dan saluran air," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti yang dikutip Indozone dari siaran pers BNPB, Senin, (27/9/2021). 

Dikatanya, proses pencarian dan evakuasi yang terdiri dari TNI, Polri dan BPBD dilanjutkan pada pagi hari ini, Senin (27/9). Upaya penanganan darurat lainnya, pihak BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait dampak tanah longsor tersebut. 

Longsor di Tanah Karo
Korban Longsor di Tanah Karo Ditemukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo. (foto/istimewa)

Selain itu, ia juga menyampaikan bahawa peristiwa longsor tersebut dipicu oleh struktur tanah yang labil dan hujan lebat di wilayah itu. Akan tetapi, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo masih melakukan kajian di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor. 

"Insiden tersebut terjadi di area pembangunan dinding penahan pada tebing jalan dan saluran air.  Pihak BPBD menyebutkan bahwa lokasi terdampak longsor pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya pada tahun lalu sehingga pemerintah daerah membangun dinding penahan sepanjang sisi jalan yang rawan longsor," ungkapnya. 

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Karo termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Karo berada pada potensi tersebut, termasuk salah satunya Kecamatan Dolat Rayat. 

"Luas bahaya di sejumlah kecamatan tersebut mencapai 104.800 hektar," tuturnya.

Sementara itu, menurut analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, sejumlah wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Wilayah dengan potensi ini teridentifikasi di Kecamatan Barusjahe, Berastagi, Dolat Rayat, Juhar, Laubeleng, Mardingding, Merdeka, Merek, Namanteran, Payung, Tigabinanga dan Tiganderket. Sedangkan pada kategori menengah, wilayah teridentifikasi yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kutabuluh, Simpang Empat dan Tigapanah. 

Sedangkang dari pantauan peringatan dini cuaca BMKG menyebutkan bahwa wilayah Sumatra Utara berpeluang hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 27 – 28 September 2021. Pantauan potensi hujan di tingkat kecamatan mencatat wilayah Dolat Rayat berpotensi hujan ringan hingga sedang pada hari ini (27/9). 

tanah longsor karo
Proses Pencarian dan Evakuasi Korban Bencana Longsor di Karo oleh TNI, Polri dan BPBD. (foto/istimewa)

Namun, pada sore hingga malam, sekitar pukul 22.00 WIB, wilayah ini berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor. 

Artikel Menarik Lainnya


 

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU