Bupati Tapanuli Tengah Akan Pecat Oknum ASN  Pembuat Suket Rapid Test Palsu
Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menggelar konferensi perts, terkait adanya oknum ASN di RSUD Pandan yang memalsukan tandatangan dokter untuk mengeluarkan suket hasil rapid test Covid-19 palsu. (Antara/Ho)
News
Kab. Tapanuli Tengah

Bupati Tapanuli Tengah Akan Pecat Oknum ASN Pembuat Suket Rapid Test Palsu

Senin, 29 Juni 2020 12:16 WIB 29 Juni 2020, 12:16 WIB

INDOZONE.ID - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan akan memecat seorang oknum ASN di wilayah administrasinya. Oknum itu diduga telah terlibat dalam pemalsuan surat keterangan (Suket) hasil rapid test Covid-19.

“Kami atas nama Pemerintah memohon maaf atas kelakuan tidak terpuji salah satu oknum ASN di lingkungan Pemkab Tapteng,” kata Bakhtiar Sibarani mengutip Antara, Senin (29/6).

Bakhtiar mengatakan, saat menerima informasi terkait adanya oknum ASN terlibat dalam dugaan pemalsuan suket rapid test, dia langsung meminta Direktur RSUD Pandan dan dr. Evi Natalia Purba yang tanda tangannya dipalsukan didampingi  Wakil Bupati untuk membuat laporan ke Polres Tapteng.

Lebih lanjut lagi, Bakhtiar mengaku sangat miris melihat kelakuan oknum ASN tersebut, namun secara pribadi memaafkan perbuatan EWT yang bertugas sebagai ASN di Laboratorium RSUD Pandan.

Meski begitu, Bakhtiar tetap akan menempuh jalur hukum untuk memberikan sanksi tegas terkait status PNS yang bersangkutan.

“Secara pribadi dan ajaran agama, kelakuan oknum ASN ini saya maafkan. Tetapi secara hukum harus tetap diproses. Kami juga akan tegas menyikapi ini, memproses status PSN yang bersangkutan. Apabila terbukti bersalah dan melanggar ketentuan peraturan PNS, kami akan berikan sanksi pemecatan,” tegasnya.

Menurut Bakhtiar, selain telah mencoreng nama baik Tapteng khususnya RSUD Pandan, kelakuan oknum ASN ini sudah ikut membahayakan masyarakat banyak dengan mengeluarkan suket hasil rapid test yang menyatakan bebas Covid-19.

“Pandemi COVID-19 ini jangan dibuat permainan untuk mencari keuntungan pribadi. Coba bayangan, bila pelaku mengeluarkan surat keterangan palsu ini kepada seseorang yang terpapar Covid-19, berapa banyak masyarakat baik di Kota Sibolga, Tapteng dan Pulau Nias yang akan terpapar,” kata dia.

Sementara itu, dr. Evi Natalia Purba mengatakan bahwa pelaku yang merupakan stafnya di Laboratorium RSU Pandan tersebut sudah mengakui perbuatannya.

Pihaknya sudah membuat laporan resmi terkait pemalsuan dokumen tersebut ke Polres Tapteng, pada Sabtu (27/6/2020) dengan dibuktikan LP/142/VI/2020/SU/Res Tapteng tertanggal 27 Juni 2020.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU