Jasad Korban yang Diduga Diterkam Buaya di Sungai Batang Sikabau Masih dalam Kondisi Utuh
Tim gabungan BPBD Pasaman Barat saat mengevakuasi korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Batang Sikabau Kabupaten Pasaman Barat. / Antara
News
Nasional

Jasad Korban yang Diduga Diterkam Buaya di Sungai Batang Sikabau Masih dalam Kondisi Utuh

Selasa, 19 Januari 2021 16:23 WIB 19 Januari 2021, 16:23 WIB

INDOZONE.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, belum bisa memastikan apakah warga Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Batang Sikabau diterkam buaya.

"Mengingat jenazah tidak dilakukan visum atau autopsi kami belum bisa menyimpulkan korban diserang buaya," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam Ade Putra di Simpang Empat, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan dengan tidak dilakukan autopsi atau visum maka pihaknya tidak bisa memastikan korban Rusdi (40) diterkam buaya.

"Korban saat ditemukan masih dalam keadaan utuh. Namun, lokasi itu sendiri memang merupakan habitat buaya muara (crocodylus porosus)," katanya.

Ia mengakui di sungai besar yang ada di Pasaman Barat banyak memiliki habitat buaya dan mulai meresahkan masyarakat.

Pihaknya merencanakan akan melakukan survei populasi diseluruh lokasi sungai muara yang diduga terdapat banyak buaya.

Setelah dilakukan survei maka selanjutnya akan ditentukan upaya konservasinya.

"Langkah ini juga akan kita koordinasikan dengan Pemkab Pasaman Barar dan instansi terkait lainnya," sebutnya dikutip dari Antara.

Sebelumnya seorang warga Ujung Gading Pasaman Barat Rusdi (40) pada Minggu (17/1) sekitar pukul 13.30 hilang diduga diterkam buaya. Korban baru ditemukan pada Selasa (19/1) pagi mengapung dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di tubuh korban.

Koordinator Basarnas Pos Pasaman Zulfahmi mengatakan korban memang diduga diterkam buaya saat mengambil wudhu bersama anaknya yang berumur empat tahun pada Minggu (17/1) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat kejadian itu anaknya langsung melaporkan peristiwa itu ke istri korban. Namun karena dianggap anak-anak dianggap seloroh saja dan ibunya terus bekerja di ladang.

"Namun setelah sekian lama korban tidak muncul baru informasi dari anak itu dipercaya dan dilaporkan ke masyarakat lain," katanya.

Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US