BBKSDA Sumut Gagalkan Perdagangan Sisik Trenggiling, Pelaku Diancam Bayar Denda Rp100 Juta
BBKSDA Sumut Gagalkan Perdagangan 5Kg Sisik Trenggiling, Pelaku Diancam Bayar Denda Rp100 Juta. (Foto/Istimewa)
News
Kota Medan

BBKSDA Sumut Gagalkan Perdagangan Sisik Trenggiling, Pelaku Diancam Bayar Denda Rp100 Juta

Jumat, 19 November 2021 15:58 WIB 19 November 2021, 15:58 WIB

INDOZONE.ID - Balai  Besar  KSDA  Sumatera  Utara bersama Polres Tapanuli Utara telah gagalkan perdagangan ilegal sisil Trenggiling. Kepala Seksi Konservasi  Wilayah IV Tarutung,  Bidang KSDA  Wilayah  II  Balai  Besar  KSDA Sumatera  Utara,  Manigor  Lumbantoruan,  S.Hut., menjelaskan, penangkapan itu terjadi di Tarutung, 19 Nopember 2021. 

Dikataknnya, bermula dari adanya informasi yang disampaikan masyarakat kepadanya tentang  tindak pidana rencana  transaksi  illegal  bagian  (organ)  tubuh  dari    satwa dilindungi, yaitu sisik Trenggiling (Manis javanica), pada Selasa 17 Nopember 2021. 

"Mendapat  informasi  A1,  kami (Konservasi  Wilayah  IV  Tarutung) segera berkoordinasi dengan petugas Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara untuk  melakukan  penindakan," ujar Manigor  Lumbantoruan,  S.Hut., Jumat (19/11/2021).

Lanjutnya menjalaskan, pada hari Rabu, 17  Nopember  2021, sekitar  pukul  13.30  Wib,  tim gabungan  dari Seksi  Konservasi  Wilayah  IV  Tarutung  pada  Bidang  KSDA  Wilayah  II Pematangsiantar  bersama  dengan tim  dari  Polres  Tapanuli  Utara  melakukan  operasi tangkap tangan terhadap seorang pelaku.

"Jadi pelaku ditangkap di sekitar Jalan Balige-Tarutung Km.1 Tarutung, 
berinisial “RS” beserta dengan barang bukti berupa sisik trenggiling sebanyak 5 kg," katanya. 

Dari  interogasi  petugas, dia katakan,  RS  mengaku dirinya yang  berdomisili  di  Desa  Paricoran,  Kecamatan Garoga,  Kabupaten  Tapanuli  Utara, dan sisik  trenggiling  tersebut diperolehnya dari Kecamatan Garoga. 


"Nah, Sisik trenggiling ini rencanananya akan diperdagangkan secara illegal, namun keburu ditangkap oleh petugas. Saat ini baik RS maupun barang bukti 5 Kg sisik trenggiling menjalani pemeriksaan di Mapolres Tapanuli Utara," ujarnya.


Dalam keterangannya, Trenggiling merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan  Jenis Tumbuhan dan Satwa jo Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi

Pasal 21 ayat 2 huruf d Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi  Sumber  Daya  Alam  Hayati dan  Ekosistemnya  menyebutkan: setiap  orang dilarang  untuk  memperniagakan,  menyimpan  atau memiliki kulit,  tubuh,  atau  bagian-bagian  lain  satwa  yang  dilindungi  atau  barang-barang  yang  dibuat  dari  bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

"Terhadap yang dengan  sengaja  melakukan  pelanggaran ketentuan tersebut,  menurut  pasal  40  ayat  2,  diancam  dengan  pidana  penjara  paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta," pungkasnya. 


Dalam hal ini, dia katakan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Polres Tapanuli Utara yang telah membantu melakukan penindakan terhadap pelaku RS.

"Kami berharap semoga kerjasama yang baik ini dapat dibina dan ditingkatkan di kemudian hari," ujarnya mengakhiri.

Artikel Menarik Lainnya:


Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US