Takut dan Panik, Seorang Ibu Rekam Kerusuhan di Madina, 'Ya Tuhanku, Selamatkan Rumahku..'
Rekaman video seorang ibu dari balik jendela yang menggambarkan kerusuhan di Desa Mompang, Madina, Sumut, Senin (29/6). (Facebook/Screenshot)
News
Kab. Mandailing Natal

Takut dan Panik, Seorang Ibu Rekam Kerusuhan di Madina, 'Ya Tuhanku, Selamatkan Rumahku..'

Selasa, 30 Juni 2020 10:40 WIB 30 Juni 2020, 10:40 WIB

INDOZONE.ID - Ketakutan seorang ibu dari balik kaca rumahnya saat terjadi kerusuhan di Madina direkam secara amatir. Dari rekaman itu tampak terjadi kerusuhan antara warga dan petugas kepolisian. Warga tampak melemparkan batu ke arah mobil polisi yang menyemprotkan air ke arah mereka. Sementara dari balik kaca, seorang ibu terdengar ketakutan.

"Ya Tuhanku, ya Tuhankuuu, selamatkanlah rumah kami ini," kata ibu itu di balik kaca dengan penuh ketakutan. Terdengar suara anak kecil yang menangis. 

Video itu pertama kali direkam secara langsung (live) oleh Rani Bat, Senin (29/6). Dia merekam kejadian itu dari balik jendela berkaca. Tak lama kemudian terdengar suara kaca pecah. 

"Nggak tahu itu kaca rumah siapa yang pecah," katanya menjawab seseorang di rumah itu. Dari balik jendela itu juga jelas terlihat sepasukan polisi mendekati warga dengan mobil barakuda yang siap menyemprotkan air bilamana warga melakukan penyerangan. 

Ketakutan ibu itu semakin tinggi taatkala pasukan polisi itu terus maju mendekati warga.

"Lailahaillalah," ujarnya berulangkali, sementara anak bayi belum berhenti menangis. 

Seperti terekam dalam video itu, tampak petugas polisi melemparkan benda keras, diduga batu, ke arah warga. Lemparan benda keras itu melayang dari atas rumah warga dan terdengar bunyi keras mengenai rumah. 

Diberitakan, kerusuhan itu terjadi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Madina, sejak pukul 10.30 WIB, Senin (29/6/2020). 

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu yang berasal dari dana desa.

Warga berdemonstrasi menuntut kepala desa menjelaskan anggaran desa tahun 2018-2020. Warga juga meminta Bupati Madina agar mencabut SK kepala Desa Mompang Julu.

Akibat kerusuhan itu, enam personel Polres Madina dilaporkan mengalami luka-luka. 

"Ada enam anggota Polri yang terluka saat mengamankan aksi unjuk rasa itu. Keenamnya saat ini sudah ditangani oleh pihak medis," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa dini hari.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU