Positif Covid-19, Bocah di Asahan Meninggal, Jenazah Sempat Tertahan di Rumah Sakit
Bocah yang meninggal karena Covid-19. / istimewa
News
Kab. Asahan

Positif Covid-19, Bocah di Asahan Meninggal, Jenazah Sempat Tertahan di Rumah Sakit

Rabu, 21 Oktober 2020 11:01 WIB 21 Oktober 2020, 11:01 WIB

INDOZONE.ID -
Seorang bocah di Kabupaten Asahan, Yura Salsabil berusia tujuh bulan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran. Dia dinyatakan positif Covid-19 dan harus menunggu beberapa jam sebelum jenazah boleh dibawa pulang, Selasa (20/10) kemarin.

Paman Korban, Hermansyah Manurung mengatakan, ponakannya sempat terjatuh dari tempat tidur beberapa hari yang lalu. Karena khawatir, orangtuanya membawa korban ke tukang pihat dan kemudian dirawat di bidan akibat panas badan yang meningkat. 

Bocah malang itu yakni, Yura Salsabil (7bulan) buah hati pasangan Mahyudi (28) dan Erawati (25) yang tinggal di Jalan Budi Utomo Kel Siumbut-umbut, Kec Kota Kisaran Timur Kab Asahan.

"Pertama kali korban dibawa ke Klinik Bidan Yeni di Siumbut-umbut. Setelah itu, sekira pukul 21.00 WIB malam di bawa ke Klinik Air Joman. Selanjutnya, dirujuk ke RS Permata Hati. Sekitar pukul 03.00 Wib pagi, korban dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran. Namun,sekira pukul 05.00 WIB. Barulah Yura Salsabila meninggal dunia di RSU HAMS Kisaran," ujar Hermansyah Manurung, Selasa (20/10) di Kisaran.

Hermansyah menyatakan, sekitar pukul 05.30 WIB pagi Yura meninggal dunia. Namun, jenazah korban dibiarkan hingga sampai jam 11.O0 WIB di RSU.

"Kami ada disuruh neken surat dari pihak Rumah Sakit. Jika tidak diteken,maka korban akan tidak akan di layani oleh pihak medis rumah sakit," sebut Herman Manurung.

Kata Hermansyah, pihak keluarga sengaja membawa paksa pulang jenazah almarhumah dari rumah sakit umum pukul 11.00 WIB, disebabkan lamanya urusan terkait protokol kesehatan.

"Kami dari pihak keluarga meminta hasil dari pemeriksaan/diagnosa dari pihak RSU HAMS. Tapi pihak RS tidak bisa memberikan bukti hasil pemeriksaan/diagnosa," terangnya.

Sementara itu, Management RSUD HAMS Kisaran, dr. Lobiana Nadeak, ketika dikonfirmasi mengaku pihak rumah sakit menerima hasil diagnosa oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yakni,dr. H. Alfian Nasution Sp.A yang menyatakan Yura Salsabil positif Covid-19 serta melakukan aturan yang sudah ditetapkan sesuai protokol kesehatan.

"Yang menyatakan dia covid itu adalah dokter DPJP. Dokter penanggung jawab, bukan managemen Lo pak," jelas dr. Lobiana.

Saat ditanya wartawan atas dasar apa menyatakan seseorang itu positif covid 19, dan dari jenis pemeriksaan apa, rapid test atau swab.  Lobiana mengaku itu hak nya dokter DPJP.

"Begini lo dek, pokoknya dokter DPJP mengatakan itu covid, Itu hak dia. Hak dia penuh, kalo dia berdasarkan apa, itu kalian tanya langsung aja sama dokter DPJP," ketus Lobiana.

Dan menurutnya, bahwa dokter DPJP sudah menerangkan kepada pihak keluarga terkait pasien tersebut dinyatakan Covid, selanjutnya pihak managemen RSUD harus menjalankan prosedur protokol kesehatan.



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU