Jelang Ramadan, Permintaan Kolang-kaling asal Tapsel Meningkat, Tapi Stok Kurang
Buah Aren, bahan baku Kolang-kaing sedang dimuat ke dalam bak mobil terbuka oleh petani di Tapanuli Selatan. (ANTARA/Kodir)
News
Kab. Tapanuli Selatan

Jelang Ramadan, Permintaan Kolang-kaling asal Tapsel Meningkat, Tapi Stok Kurang

Kamis, 01 April 2021 15:13 WIB 01 April 2021, 15:13 WIB

INDOZONE.ID - Permintaan kolang-kaling asal Tapanuli Selatan meningkat menjelang Ramadan ini. Namun sayangnya, stok barang yang ada tidak memenuhi tingginya permintaan.

"Tahun lalu periodesasi yang sama capai 300 ton. Akibat stok barang kurang hanya terpenuhi 60 persen atau sekitar 180 ton," kata seorang pengepul kolang-kaling Tapsel, Reza Pardede melansir Antara, Kamis (1/4).

Reza menyebutkan harga di tingkat petani mengalami kenaikan berkisar Rp3 ribu/kg, yakni dari Rp4500/kg menjadi Rp7500.

"Penurunan terjadi akibat ketersediaan barang yang menipis tidak seimbang dengan pembudidayaan pohon Aren. Padalal menjanjikan ekonomi," kata dia.

Reza mengatakan untuk memenuhi permintaan pasar, dia terpaksa mencari Buah Aren (Tapsel dikenal Alto) hingga Wilayah tetangga Tapanuli Utara (Taput).

"Ditingkat pengepul harganya Rp8.500/kg. Tahun lalu Periode yang sama Rp5.500/kg," jelas dia.

Menurut Reza, kualitas kolang-kaling Tapsel memiliki tekstur yang lebih besar dan sisi warna berbeda yang membuat jenis kolang-kaling jenis ini tidak hanya disukai di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

"Indonesia permintaan seperti Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Banten, Bogor, Bekasi dan Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur. Filipina juga tetapi lewat eksportir Jawa," kata dia.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US