Diduga 'Ambil Duit' dari Proyek Taman Pendidikan Al-Quran, Kades di Madina Ditahan Polisi
Ilustrasi korupsi. (Istimewa)
News
Kab. Mandailing Natal

Diduga 'Ambil Duit' dari Proyek Taman Pendidikan Al-Quran, Kades di Madina Ditahan Polisi

Selasa, 25 Agustus 2020 16:25 WIB 25 Agustus 2020, 16:25 WIB

INDOZONE.ID - Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mandailing Natal ditahan kepolisian karena diduga melakukan korupsi Dana Desa dalam proyek pembangunan Taman Pendidikan Al-Aquran. Dugaan korupsi itu menyebabkan kerugian negara mencapai Rp413,2 juta.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan dalam keterangannya mengatakan bahwa tersangka bernama Fajar Siddik itu ditangkap pada Jumat (14/8) dan saat ini telah ditahan di Ruang Tahanan Polisi (RTP) di Mapolda Sumatera Utara.

Dijelaskan Nainggolan, kasus dugaan korupsi itu berawal pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Desa Pasar Batahan menerima dana Alokasi Dana Desa (ADD) dari ABPD Kabupaten Madina 2016 Rp 78 juta dan Dana Desa (DD) dari APBN 2016 Rp604.381.958.

Sehingga, dana APBDes Pasar Batahan mencapai Rp682.381.958. Seluruh dana itu telah terserap melalui Surat Perintah Pencairan Dana. APBDes kemudian direalisasikan dengan melakukan pembangunan. Salah satunya pembangunan Taman Pendidikan Al-Quran.

Untuk membangun Taman Pendidikan Al-Quran, dianggarkan dana sebesar Rp413.210.800. Namun di tengah jalan, proyek pembangunan itu tak kunjung selesai padahal dana sudah direalisasikan.

Polisi bersama ahli Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara USU kemudian memeriksa kualitas dan kuantitas Gedung Taman Pendidikan  Al-quran yang masih belum rampung.

Dari pemeriksaan, terdapat kelebihan pembayaran sebesar  Rp215.518.584,08 juta dalam proyek tersebut.

Berawal dari laporan dan penyelidikan di lapangan, kemudian penyidik kepolisian melengkapi barang bukti atas dugaan korupsi, pada Jumat (14/8), polisi menetapkan Fajar Siddik sebagai tersangka dan menahannya.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti 1 buku tabungan Desa Pasar Batahan di Bank Sumut, rekening koran, 4 lembar SP2D; dan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa di Desa Pasar Batahan beserta lampirannya.

Atas perbuatannya itu, tersangka terancam Pasal 2 subs Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 dengan hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 Juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
Nanda

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US