Dampak PPKM, Penjualan Kopi di Tapsel Anjlok Hingga 50 Persen
alah seorang karyawan PDM Coffee yang sedang meroasting green beand, biji Kopi Arabika Sipirok dengan menggunakan sebuah mesin khusus. (Antara)
News
Kab. Tapanuli Selatan

Dampak PPKM, Penjualan Kopi di Tapsel Anjlok Hingga 50 Persen

Minggu, 25 Juli 2021 14:03 WIB 25 Juli 2021, 14:03 WIB

INDOZONE.ID - Penjualan kopi menurun drastis hingga 50 persen akibat dampak penerapan PPKM. Hal itu dialami oleh PDM (Pesantren Darul Mursyid) Coffee di Tapanuli Selatan yang mengaku mengalami penurunan omset akibat dampak PPKM.

"Penurunan omset cukup drastis mencapai 50 persen setelah mulai adanya PPKM sejumlah daerah," kata Wakil Direktur Bidang Pengembangan Usaha PDM Coffee, Suryadi, melansir Antara, Minggu (25/7).

Suryadi mengatakan penerapan PPKM berdampak pada sejumlah pelaku usaha atau pelanggan kopi PDM yang terpaksa memilih tutup.

"Sehingga kondisi itu memaksa sejumlah pengusaha kafe selaku pelanggan baik di Medan, Pekan Baru, Jakarta, Kalimantan bahkan Padang Sidempuan sementara waktu stop order hingga normal kembali," kata dia.

Selain itu, aturan terkait operasional kafe di masa PPKM dirasa kurang nyaman. Sebab, adanya pembatasan waktu pelanggan yang ditetapkan.

Lebih miris, sejumlah pengusaha pelanggan kopi PDM berbagai wilayah ada juga yang merumahkan karyawannya. Hal itu terjadi karena sepinya pengunjung yang berpengaruh terhadap penggajian.

"Sebelum PPKM rata-rata penjualan produksi PDM Coffee yang memiliki 9 varian salam perbulannya bisa mencapai di atas Rp50 juta, tetapi semasa PPKM dikisaran Rp20-25 juta sebulan," kata Ricky Hasibuan, bagian pemasaran kopi produk PDM.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US