Puluhan Massa Aktivis Tolak Omnibus Law di Depan Kantor DPRD Sumut
Puluhan massa berdemontrasi di depan Kantor DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (5/3/2020), menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. (Dok. Walhi Sumut)
News
Kota Medan

Puluhan Massa Aktivis Tolak Omnibus Law di Depan Kantor DPRD Sumut

Kamis, 05 Maret 2020 17:15 WIB 05 Maret 2020, 17:15 WIB

INDOZONE.ID - Puluhan massa yang tergabung dalam "Aksi Medan Tolak Omnibus Law" yang terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan sejumlah aktivis lainnya, melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (5/4/2020). 

Selain menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, dalam aksinya mereka menuntut agar pemerintah mengusut dugaan kasus penggelapan pajak yang dilakukan PT.TPL. 

Dari pernyataan tertulisnya, massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang ini, menyampaikan 9 tuntutan. Termasuk meminta penuntasan kasus kematian aktivis WALHI Sumatra Utara, Godfried Siregar. Seperti diberitakan, dugaan kasus penggelapan pajak yang dilakukan PT TPL menyeruak setelah salah satu media mengekspos kasus itu.

"Jika RUU ini disahkan, maka masyarakat adat akan semakin tertindas. Apalagi kemudahan investasi terkesan mengabaikan aturan. Bahkan tidak mengindahkan Amdal. Contohnya selama ini masyarakat adat berkonflik dengan PT TPL, yang diduga mengemplang pajak," kata Albert salah seorang orator.

Sementara itu Roy Lumbangaol dari Walhi merilis beberapa tuntutan mereka dalam aksi tersebut, di antaranya, mendesak pemerintah mengusut dugaan penggelapan pajak PT TPL, mendesak pengawas ketenagakerjaan untuk proaktif dalam permasalah ketenagakerjaan, mendesak Pemda membentuk Perda perlindungan hak-hak pekerjaSahkan ranperda pengakuan dan perlindungan masyarakat adat di Sumut.

Mereka juga meminta agar dihentikan kriminalisasi segala bentuk intimidasi terhadap rakyat, mengusut tuntas kasus kematian Godfried Siregar, menghentikan pelarangan mimbar akademik di kampus, menolak konsep pendidikan Menteri Pendidikan dan terkait isu virus corona agar stop komersialisasi masker.

Adapun elemen yang tergabung dalam aksi antara lain, Walhi Sumut, Bakumsu, LBH Medan, KPR, Kontras Sumut, SMI, Aman Sumut, GMNI, FPBI, PBHI Sumut dan sejumlah organisasi mahasiswa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US