Sempat Terhenti Karena Hama, Kini Petani di Sumut Kembali Kembangkan Vanili Lokal
Dok. Ditjenbun
News
Kota Medan

Sempat Terhenti Karena Hama, Kini Petani di Sumut Kembali Kembangkan Vanili Lokal

Minggu, 20 September 2020 13:30 WIB 20 September 2020, 13:30 WIB

INDOZONE.ID - Pengawas Benih Tanaman BBPPTP Medan Susilawati Lubis mengatakan bahwa sejak tahun 1980-an, tanaman vanili lokal sudah berkembang di tangan para petani secara swadaya di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Namun, karena tanaman vanili sangat mudah terserang hama jenis jamur fusarium batatis, kondisi itu membuat para petani enggan mengembangkan tanaman vanili lokal.

Selain itu, masih sulitnya memperoleh benih unggul dari tanaman vanili membuat petani enggan mengembangkannya atau hanya dengan menggunakan benih vanili sembarangan tanpa peduli dengan asal-usul benihnya.

"Terbatasnya sumber benih vanili di Indonesia membuat petani sulit untuk memperoleh benih unggul bermutu, sehingga petani menggunakan benih vanili sembarangan tanpa memperdulikan asal usul benihnya," ujar Susilawati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9).

Di tengah harga vanili yang sudah meningkat di pasaran, para petani pun mulai banyak yang mengembangkannya kembali.

Dengan demikian, kata Susilawati, salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan vanili ke depannya nanti adalah ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu itu sendiri.

"Untuk mendapatkan bahan tanam yang unggul dan bermutu, pemerintah menganjurkan agar benih yang digunakan berasal dari kebun sumber benih yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata dia.

Untuk mendapatkan itu, salah satu pemilik kabun vanili di Dairi, Dionisius Cahaya Karo-karo pun mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perkebunan dengan Nomor Surat 520/1533/2020 Tanggal 27 Mei 2020.

Sebab selama ini, para petani yang membutuhkan benih unggul dan bersertifikat harus memesan dari produsen benih yang ada di Pulau Jawa.

Berdasarkan permohonan Direktur Perbenihan atas nama Direktur Jenderal Perkebunan menerbitkan Surat Tugas No. 410/KB.020/E.2/09/2020 Tanggal 8 September 2020, menugaskan tim dari Ditjenbun, pemulia tanaman vanili, PBT BBPPTP Medan, Dinas Perkebunan Sumatera Utara dan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Dairi.

Sementara itu, mengacu kepada Keputusan Menteri Pertanian No. 08/KPTS/KB.020/1/2018 Tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Vanili (Vanilla planifolia Andrews), untuk penetapan kebun sumber benih vanili dapat dilakukan pada benih unggul dan unggul lokal.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US