Covid-19, Gubernur Edy: Masih Banyak Rakyat Madina tak Gunakan Masker
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. / istimewa
News
Kab. Mandailing Natal

Covid-19, Gubernur Edy: Masih Banyak Rakyat Madina tak Gunakan Masker

Rabu, 07 Oktober 2020 12:17 WIB 07 Oktober 2020, 12:17 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terkesan cuek menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Mandailing melakukan pembiaran terhadap masyarakat, tidak menggunakan masker dan mengatur jarak di tengah pandemi Covid-19 di daerah tersebut.

Edy mengaku kecewa saat melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan bantuan berupa 260 unit hand sanitizer, 520 APD dan 1 unit ventilator untuk anak di Kabupaten Madina. Bantuan itu diterima oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Madina, Dahler Lubis.

"Mohon maaf karena saya terpaksa menyampaikan ke publik. Mulai dari perjalanan sampai mengunjungi pesantren, saya melihat kondisi riil di lapangan. Masih banyak rakyat yang tidak menggunakan masker," ujar Edy Rahmayadi melalui keterangannya, Rabu (7/19).

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Madina, terjadi karena pemerintah sebelumnya tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat dibiarkan tidak menggunakan masker.

"Saya mengingatkan masalah ini demi melindungi rakyat kita supaya tidak menjadi korban akibat wabah virus corona ini. Saya ungkapkan agar pandemi ini ditangani secara serius. Tidak ada muatan politis dari persoalan yang saya ungkapkan ini. Rakyat tidak tahu kalau pemerintah tak mengingatkan," kata Edy Rahmayadi.

Hadir dalam kunjungan itu Pjs Bupati Madina Dahler Lubis, Ketua PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Binsar Situmorang, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut Effendy Pohan, Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, para dokter dan tenaga medis.

Edy berpesan pada Satgas Covid-19 Madina untuk tidak lagi menerapkan karantina mandiri pada masyarakat yang telah terpapar Covid-19 untuk mencegah penularan di keluarga. Edy meminta Satgas dan Pemkab Madina untuk segera menyiapkan karantina tambahan bila pasien terus bertambah.

“Saya minta untuk tidak melakukan karantina mandiri. Semua masyarakat yang sudah terjangkit untuk ditampung di suatu tempat, bisa juga menyewa hotel. Kalau dana tidak ada lapor ke provinsi,” katanya.

Dalam arahannya, Edy juga meminta untuk segera melakukan contact tracing terhadap pasien yang telah terpapar. Untuk proses percepatan swab, Edy memerintahkan Satgas Covid-19 Sumut untuk menyerahkan bantuan peralatan pendukung ke Satgas Covid-19 Madina.

Pjs Bupati Madina Dahler Lubis dalam laporannya menyatakan bahwa di Madina tenaga kesehatan merupakan pasien terbanyak terpapar Covid-19. Data hari ini, keseluruhan terdapat 181 kasus yang dilaporkan.

Dahler menyatakan, pihaknya bersama Forkopimda telah melaksanakan beberapa pencegahan dan sosialisasi ke masyarakat, di antaranya operasi yustisi, sosialisasi protokol kesehatan, menetapkan Bagas Godang Madina sebagai tempat karantina, pembagian masker dan menghentikan proses belajar mengajar di sekolah.

“Saya memberikan laporan kepada Pak Gubernur, bahwa kita telah menyiapkan 50 tempat tidur untuk karantina. Bila terjadi lonjakan kita akan segera menyiapkan tempat lain seperti hotel dan sebagainya,” sebutnya.



Artikel menarik lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US