Dislambair TNI AL Temukan Baju Perempuan Bermotif Renda Hingga Uang Lembaran Rp50.000
Penyelamatan Bawah Air atau Dislambair TNI AL temukan serpihan pesawat, barang-barang pribadi, dan jasad korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Selasa (12/1/2021). ANTARA/Aji Cakti
News
Nasional

Dislambair TNI AL Temukan Baju Perempuan Bermotif Renda Hingga Uang Lembaran Rp50.000

Selasa, 12 Januari 2021 16:20 WIB 12 Januari 2021, 16:20 WIB

INDOZONE.ID - Tim penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air atau Dislambair TNI AL menemukan serpihan pesawat, barang-barang pribadi, dan jasad korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Pantauan Antara di lapangan, tim penyelam menemukan barang-barang pribadi yang diduga milik penumpang, seperti baju perempuan dengan motif renda, kemudian pakaian wanita berwarna muda dan celana jeans biru tua.

Selain itu ditemukan juga tas wanita berwarna merah hati dan lembaran uang senilai Rp50 ribu. Tim penyelam juga menemukan serpihan-serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 dan jasad korban.

Pencarian pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 pada hari keempat atau Selasa (12/1), antara lain dilakukan melalui udara dengan melaksanakan pencarian sesuai area pencarian yang sudah ditentukan.

Sementara yang melalui laut dilaksanakan pencarian di atas permukaan air sesuai area pencarian yang sudah ditentukan.

Selain itu pencarian di laut juga akan dilaksanakan pencarian di bawah permukaan air menggunakan perangkat side scan sonar, MBES, ping locator dan ROV.

Penyelaman juga dilakukan di sekitar lokasi penemuan body part dan serpihan pesawat.

Sebelumnya Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada Sabtu (9/1) di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Untuk 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU