Bobby Tuai Pujian Juri Anugrah Tangguh Adhiwirasana, Gercep Turunkan Level PPKM 
Wali Kotav Medan Bobby Nasution Tuai Pujian Juri Anugrah Tangguh Adhiwirasana, Gercep Turunkan Level PPKM. (Foto/Istimewa)
News
Kota Medan

Bobby Tuai Pujian Juri Anugrah Tangguh Adhiwirasana, Gercep Turunkan Level PPKM 

Kamis, 28 Oktober 2021 16:01 WIB 28 Oktober 2021, 16:01 WIB

INDOZONE.ID - Gerak cepat (gercep) Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level 4 menjadi Level 2 mendapat apresiasi dan pujian dari juri penyelenggara Anugrah Tangguh Adhiwirasana yang diselenggarakan Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab, penurunan status dinilai terbilang sangat cepat karena dilakukan hanya dalam waktu sekitar 3 bulan. 

Apresiasi ini disampaikan para juri saat berlangsung sesi Sosialisasi Teknis Presentasi dan Wawancara 30 Besar Kandidat Peraih  Wira Sandya Laksana Anugrah Tangguh Adhiwirasana yang dilakukan secara virtual di Command Centre Balai Kota Medan, Kamis (28/10).

Saat ini Kota Medan masuk dalam 30 daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota  yang telah dinyatakan lolos dalam tahapan penjurian self-assessment, terkait inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sosia

Selanjutnya, Kota Medan bersama 29 daerah yang telah lolos menjalani tahapan sesi wawancara dilakukan para dewan juri  yang merupakan panelis ahli dari lintas bidang serta sangat mumpuni dalampenanganan bencana non alam Covid-19

Selain memberikan apresiasi, dewan juri menjadikan apa langkah-langkah yang dilakukan Bobby Nasution sehingga begitu cepat menurunkan status level PPKM menjadi salah satu pertanyaan utama dalam sesi wawancara tersebut.

Dalam hal ini, Bobby Nasution menjelaskan, penurunan tidak terlepas dari monitoring yang dilakukan selama ini. Dikatakannya, monitoring semua kegiatan skala besar diubah menjadi skala lebih kecil.  Meski Kota Medan tidak memiliki RT dan RW, tapi mempunyai kepala lingkungan (kepling) yang berjumlah 2.001 orang dan 151 kelurahan. 

Kepling ini, jelas Bobby Nasution,  dimanfaatkan untuk monitoring pengawasan bagaimana kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).  Dikatakannya, data hasil monitoring, termasuk terkait Covid-19  yang dilakukan setiap hari  masuk ke dalam data Kota Medan. 

“Data-data ini selanjutnya kami kirimkan ke masing-masing kecamatan dan wajib diketahui kelurahan dan puskesmas.  Kemudian kepling wajib mendatangi dan melakukan cross check untuk memastikannya. Inilah cara monitoring yang kami lakukan. Di samping itu kami juga membangun kolaborasi dan kerjasama dengan TNI dan Polri yang melibatkan petugas Babinsa dan Bhabinkantibmas dalam melakukan monitoring,” kata Bobby Nasution.

Dalam sesi wawancara, dewan juri juga menanyakan upaya yang dilakukan Bobby Nasution dalam mengantisipasi terjadinya krisis oksigen medis. Dijelaskannya,  dirinya belajar dari kelangkaan oksigen gas yang sempat terjadi di Pulau Jawa dan Bali. 

Sebelum kenaikan kasus Covid-19 meningkat, jelasnya, sejumlah perusahaan oksigen medis di Kota Medan langsung didatangi untuk menyiapkan oksigen mdis guna mengantisipasi terjadinya kelanggaan. Oleh karenanya ketika angka kasus Covid-19 meningkat di Kota Medan, bilang Bobby, tidak terjadi kelangkaan oksigen medis tersebut.

Di kesempatan itu, dewan juri juga sangat mengapresiasi upaya pneyekatan yang dilakukan Pemko Medan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Selain di sejumlah titik di inti kota guna mencegah terjadinya kerumuman, penyekatan juga dilakukan di lima pintu masuk Kota Medan yang berbatasan dengan daerah lain. Termasuk, penyekatan yang dilakukan di lima kecamatan masuk zona merah yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Sunggal dan Medan Helvetia.

Sebelum sesi wawancara berlangsung, Asisten Pemerintahan dan Sosial HM Sofyan memaparkan  terkait penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi yang dilakukan Pemko Medan. Pemaparan diawali dengan penyampaian ringkas soal perjalanan pandemi  Kota Medan. Dengan masalah yang dihadapi saat pandemi, baik kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan sosial serta solusinya.

"Inovasi yang dilakukan dalam penanganan  bidang kesehatan yakni membuat aplikasi berbasis website (data Covid-19 Kota Medan), vaksinasi drive-thru, vaksinasi jemput bola serta pengawasan warga isoman melalui CCTV," katanya.

Sedangkan  inovasi yang dilakukan Pemko Medan dalam bidang pemulihan ekonomi,  mengupayakan UMKM naik kelas,  melaksanakan program sartu kelurahan satu sentra kewirausahaan (sakasanwira), penerapan parkir digital (e-Parking) Masjid Mandiri.

Sedangkan  inovasi dalam bidang kesejahteraan sosial, Pemko Medan melakukan sosial safety net dengan memberikan bantuan makanan dan minum  kepada warga  yang menjalani isolasi serta program Corporate Social Responsibility (CSR) Penanganan Covid-19.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU