Bawaslu: Pilkada Medan Rawan Karena Tingginya Penolakan Terhadap Pilkada di Tengah Pandemi
Surat suara Pilkada Medan 2020. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
News
Kota Medan

Bawaslu: Pilkada Medan Rawan Karena Tingginya Penolakan Terhadap Pilkada di Tengah Pandemi

Senin, 07 Desember 2020 13:50 WIB 07 Desember 2020, 13:50 WIB

INDOZONE.ID - Bawaslu memasukkan Pilkada Medan sebagai kategori rawan karena tingginya penolakan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam siaran persnya, Minggu (6/12) mengatakan sedikitnya ada  9 kabupaten/kota yang masuk kategori rawan tinggi karena tingginya penolakan masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi.

"Di sembilan kabupaten/kota, kerawanan menyangkut penolakan penyelenggaraan pilkada termasuk tinggi," kata Afif.

Adapun kesembilan kabupaten/kota yang rawan itu, yakni Kota Depok, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Teluk Wondama dengan skor Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 100.

Lalu, Kota Medan dengan skor IKP 68,8, Kota Sibolga (68,8), Kota Solok (68,8), Kabupaten Rokan Hilir (68,8), Kabupaten Pesisir Barat (68,8), dan Kota Ternate (68,80).

Untuk itu, Bawaslu meminta protokol kesehatan diperketat untuk meyakinkan pemilih agar mau datang ke TPS pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Penyelenggara pemilihan, pasangan calon, tim kampanye, dan pemilih selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin dan ketat dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara," ujar dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US