Ini Tampang Bengis Lelaki Antar Gas yang Cabuli Balita 1,5 Tahun di Sergai, Sempat DPO
Rizky (25) pelaku pencabulan balita 1,5 tahun di Kabupaten Sergai. (foto/Istimewa/Kolase).
News
Kab. Serdang Berdagai

Ini Tampang Bengis Lelaki Antar Gas yang Cabuli Balita 1,5 Tahun di Sergai, Sempat DPO

Selasa, 10 Agustus 2021 18:31 WIB 10 Agustus 2021, 18:31 WIB

INDOZONE.ID - Ini tampang bengis seorang laki-laki antar gas bernama Rizky (25), yang mencabuli balita masih berusia 1,5 tahun di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, ketika di dalam sel. Kini pelaku sudah diringkus di Polres Serdangbedagai, Sumatera Utara.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Sergai, AKP Deny Indrawan Lubis tentang sudah diahannya lelaki yang berbuat zalim tersebut.

"Pelaku sempat melarikan diri (DPO). Alhasil pada Sabtu (7/8) malam, pelaku diserahkan pihak keluarga ke Polres Sergai," ujar Deny, Senin (9/8).

Sementara itu, ayah korban bersyukur dengan berhasilnya polisi meringkus Rizky yang merupakan pelaku pencabula. Tidak hanya itu saja, ayah korban meminta pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Alhamdulillah saya dapat kabar sudah ditahan. Saya berharap pelaku diberikan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku," ujar KH.

Seperti diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, nasib malang telah menimpa seorang anak balita perempuan yang masih balita berusia 1,5 tahun, merupakan warga Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara. Pasalnya ia menjadi korban pencabulan seorang laki-laki tukang antar gas bernama Rizky (25) pada, Senin (12/7) sekitar pukul 08.30 WIB, pagi.

Pelaku yang merupakan tukang antar gas tersebut, merupakan warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

"Ini cerita awalnya, mertua saya buat kue di dapur. Anak saya bermain sama abangnya di ruang tamu, datanglah si pelaku yang sering dipanggil Kiki. Pelaku kan sering ke rumah mertua, karena sering antar tabung gas," ujar KH ayah korban, Kamis (15/7).

Sambung KH, tak lama pelaku tiba di rumah korban, pelaku pun menggendong korban.

"Anak saya di gendong lah sama si pelaku ini. Biasanya kalau saya di rumah, asal di gendong si Kiki ini nangis bang. Jadi datanglah mertua saya ini," ujar KH.

"Anak saya ini merasa ketakutan gitu bang. Rupanya gak lama mertua saya melihat anak saya tadi, rupanya udah berdarah kelaminnya," sambungnya.

Jadi, karena merasa terkejut, ia katakan, mertuanya langsung menanyai sejumlah pertanyaan kepada pelaku.

"'kau apain ki? Tanggung jawab kau itu. Kau bawa berobat' itau kata mertua. gak lama datang adik ipar saya bang. Itulah dibawa Rumah Sakit Grand Medistra sama Kiki sama mamaknya. Cuma alasan mereka rumah sakit tutup. Karena katanya tutup, dibawa berobat desa ajalah bang," terangnya.

Saat di singgung apakah pelaku sudah dilaporkan ke polisi atas perbuatan yang dilakukannya, ia menjelaskan, sudah dilaporkan ke Polsek Pantai Cermin. Namun tak lama pelaku di bebaskan oleh ayah kandungnya karena alasan sudah berdamai.

"Yang melaporkan adik ipar saya yang laki-laki. Di laporkanlah ke Polsek Pantai Cermin bang. Pelaku sempat ditahan di Polsek Pantai Cermin, tapi ayah si pelaku membebaskannya, alasannya sudah berdamai kata ayah pelaku. Padahalnya nyatanya tidak ada berdamai," ujarnya.

Merasa tak terima, ia pun akhirnya melaporkan ke Polres Serdang Berdagai (Sergai) untuk ditindaklanjuti.

"Saya bawa anak saya ke Polres tanggal (13/7), sampai di Polres dilihat sama polisinya kelamin anak saya bang, berdarah. Kemudian disuruh pihak polisi ke rumah sakit. Permohonan saya, segeralah bang di tindak lanjuti pelaku ini," pungkasnya.

 
 
 
 
TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU