Rocky Gerung Sebut Jokowi Pro Penderitaan Rakyat: Itu yang Terjadi
Rocky Gerung (Foto/Istimewa)
News
Nasional

Rocky Gerung Sebut Jokowi Pro Penderitaan Rakyat: Itu yang Terjadi

Minggu, 01 Agustus 2021 22:18 WIB 01 Agustus 2021, 22:18 WIB

INDOZONE.ID - Disinggung oleh Hersubeno Arief tentang terjadinya anomali di Indonesia terkait orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin berdasarkan dari berbagai riset.

Bahkan, ia juga menyebutkan data dari hasil riset Credit Suisse, behwasanya jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 1 Juta - US$5 Juta atau Rp14,4 miliar - Rp 72 miliar (kurs Rp14.400 per dolar AS) mencapai 150.678 orang pada tahun 2020.

"Jadi orang Indonesia yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 1 Jutanaik hingga 62,3 persen, gila banget ya lebih dari 50 persen naiknya  bung Rocky," pungkasnya di kanal YouTube Rocky Gerung, Minggu (1/8/2021).

Menanggapi hal itu, Rocky Gerung mengtakan bahwasanya peristiwa tersebut terjadi karena sutau paradoks dari pemerintahan Jokowi. Di mana, dari awal sejak 2014 Jokowi mengkampanyekan tentang dirinya yang pro pada rakyat.

"Mengkampanyekan 'saya (Jokowi) pro rakyat'. Pro penderitaan rakyat sebetulnya itu, itu yang terjadi," pungkasnya, seperti yang dikutip Indozone, Minggu, (1/8/2021).

Orang kaya bertambah, menururtnya hal itu sangat menyenangkan dan tidak ada masalah. Namun, yang jadi permasalahan adalah pemerintah yang tidak mendistribusikan kekayaan itu.

"Jadi dalam hidup bernegara, akumulasi itu adalah hak orang yang punya modal. Silahkan saja akumulasi. Tapi tugas negara adalah mendistribusikan hasil akumulasi itu. Itu namanya keadilan sosial," pungkasnya.

Menurutnya, bila negara membiarkan akumulasi tanpa ada distribusi, hal itu sudah melanggar hak kesejahteraan rakyat. Makanya, ia katakan, Presiden Jokowi gagal memfungsikan Undang-Undang Dasar, yakni untuk memastikan adanya distribusi.

"Jadi kalau sekarang kalau kita lihat di era krisis ekonomi ada orang yang bertambah kaya. Itu artinya ada kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka yang  berada di dasar piramida sosial. Terutama pada pedagang UMKM yang merosot pendapatannya," tuturnya.

Kondisi ini menunjukan pemerintah tidak memiliki pengetahuan untuk menghasilkan keadilan sosial. Akibatnya, kata Rocky, secara ajaib orang kaya bertambah tetapi secara parameter internasional menurunkan reting Indonesia menjadi lower middle class.

"Kan ini paradoksnya kan, pertambahan akumulasi tetapi secara agregat kita lower middle class. Itu artinya disparitasnya semakin jauh, itu cara statiknya begitu, saya tidak tahu apakah ini membahagiakan atau menyengsarahkan rakyat," katanya.

 
 
TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US