Tak Miliki Dokumen Sah, Petugas Amankan Diduga Pelaku Pembalakan Liar di Subulussalam 
Kapolres Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, AKBP Qori Wicaksono SIK, melihat kayu diduga ilegal hasil pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh, di Desa Lae Mate, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh, Ahad (24/1/2021). (ANTA
News
Nasional

Tak Miliki Dokumen Sah, Petugas Amankan Diduga Pelaku Pembalakan Liar di Subulussalam 

Minggu, 24 Januari 2021 16:36 WIB 24 Januari 2021, 16:36 WIB

INDOZONE.ID - Penyidik Polres Kota Subulussalam menahan seorang pria berinisial ST (45) warga Desa Natam Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, karena diduga terlibat sebagai pelaku pembalakan liar hutan lindung di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh.

Kayu diduga hasil olahan tersebut ditemukan di kawasan Desa Lae Mate, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh pada Kamis (21/1) lalu.

“Pelaku kita tahan setelah ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana pembalakan liar karena menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dokumen yang sah,” kata Kapolres Kota Subulussalam Aceh AKBP Qori Wicaksono SIK kepada ANTARA yang dihubungi dari Meulaboh, Ahad (24/1/2021) dikutip dari Antara.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya berupa satu unit perahu kayu lengkap dengan mesin, ratusan potong kayu terdiri dari kayu papan biasa.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah jenis kayu lainnya seperti kayu broti, kayu punak, damar, dan kayu rimba campuran lainnya.

Kapolres Qori Wicaksono menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku tersebut telah petugas kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat yang menginformasikan adanya aktivitas penebangan pohon, di dalam kawasan hutan diduga tidak sesuai dengan izin pemanfaatan hutan di daerah ini.

Petugas kemudian bergerak menuju ke lokasi dan menemukan sejumlah kayu olahan, yang diletakkan di pinggir sungai dan di dalam air, dengan jumlah taksiran lebih kurang puluhan ton kayu berbagai jenis ukuran.

“Kemudian kami juga menemukan pelaku bersama dengan perahu kayu yang berisi kayu yang sudah diolah menjadi papan dan balok,” kata AKBP Qori Wicaksono menambahkan.

Atas perbuatannya, pelaku berinisial ST diduga melanggar Pasal 12, Pasal 83 huruf a,b, dan c Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

“Kasus ini masih terus kita lakukan penyelidikan, karena kita menduga ada keterlibatan aktor lain dalam perkara ini,” kata AKBP Qori Wicaksono menegaskan.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US