Video: Detik-detik Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Tewaskan Sedikitnya 162 Orang  
Peristiwa saat tanah longsor di sebuah tambang batu giok di Myanmar Utara terekam dalam video amatir yang diambil warga, Kamis (2/7) waktu setempat. (Screenshot/ABCNews)
News
Internasional

Video: Detik-detik Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Tewaskan Sedikitnya 162 Orang  

Jumat, 03 Juli 2020 13:41 WIB 03 Juli 2020, 13:41 WIB

INDOZONE.ID - Peristiwa saat tanah longsor di sebuah tambang batu giok di Myanmar Utara terekam dalam video amatir yang diambil warga, Kamis (2/7) waktu setempat. Dalam video itu terlihat tanah longsor ikut menimpa sejumlah orang dan menyeret korban ke kawasan danau di bawah kawasan pertambangan itu. Sedikitnya, 162 orang dilaporkan meninggal dalam kejadian itu. 

Seperti diberitakan ABCNews, Jumat (3/7), Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar telah mengoordinasikan penyelamatan dan layanan darurat lainnya. Setelah 12 jam pihaknya mengumumkan bahwa 162 mayat telah ditemukan dari tanah longsor di Hpakant. 

"Penambang batu giok diseret gelombang lumpur," kata otoritas Dinas Pemadam Kebakaran.

Dijelaskan, 54 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit. Sementara, sejumlah orang yang tidak dikenal dikhawatirkan hilang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan kesedihan mendalam atas kematian tersebut saat menyampaikanbelasungkawa kepada keluarga para korban dan pemerintah dan rakyat Myanmar.

Pengamat lingkungan yang bermarkas di London, Global Witness, mengatakan kecelakaan itu "adalah tuduhan keras atas kegagalan pemerintah" untuk mengekang praktik penambangan yang ceroboh dan tidak bertanggungjawab di tambang batu giok negara bagian Kachin.  

"Pemerintah harus segera menangguhkan penambangan berskala besar, ilegal dan berbahaya di Hpakant dan memastikan perusahaan yang terlibat dalam praktik ini tidak lagi dapat beroperasi," demikian Global Witness dalam sebuah pernyataan.

Di lokasi tragedi itu, kerumunan orang berkumpul saat hujan. Jenazah korban diselimuti plastik biru dan merah yang ditempatkan dalam barisan di tanah. Pekerja membersihkan lumpur yang berat sat mengambil jenazah dengan membungkusnya dalam lembaran plastik, yang kemudian digantung di tiang kayu yang disilangkan.

Jumlah korban tewas itu telah melampaui kecelakaan yang terjadi pada November 2015 di mana 113 orang dan sebelumnya dianggap terburuk di negara itu. Saat itu, para korban meninggal ketika gunung dan pembuangan sampah setinggi 60 meter (200 kaki) berjatuhan di tengah malam. 

Penambangan batu giok disebut berperan dalam perjuangan puluhan tahun kelompok etnis minoritas di perbatasan Myanmar untuk memperbaiki nasib mereka sendiri.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU