Sumut Berusaha Turunkan Angka Stunting yang Masih 30,11 Persen
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. (Instagram/humassumut)
News
Kota Medan

Sumut Berusaha Turunkan Angka Stunting yang Masih 30,11 Persen

Kamis, 23 Juli 2020 11:50 WIB 23 Juli 2020, 11:50 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi Sumut tengah berusaha menurunkan angka penderita stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama) yang hingga 2019 masih sebesar 30,11 persen. Menurut Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, angka tersebut masih tergolong tinggi.

"Memang sudah ada penurunan dibanding posisi 2018 yang sebesar 32,4 persen.Tapi angka 30,11 persen itu masih tergolong tinggi," ujar Edy melansir Antara, Kamis (23/7).

Untuk menekan angka prevalensi stunting, Pemprov Sumut sudah melakukan banyak cara. Kini ada 15 kabupaten/kota di Sumut yang dijadikan prioritas pencegahan stunting.

Ke-15 daerah itu terdiri dari Medan, Deliserdang, Langkat, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Padanglawas, Padanglawas Utara, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan Gunung Sitoli.

"Diharapkan semua pemangku kepentingan bisa bersinergi untuk bisa menekan angka stunting," katanya.

Akademisi dari Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Makmur Sitepu, mengatakan pencegahan stunting diawali dari pra-kehamilan. .

Menurut dia, kehamilan merupakan proses membangun janin manusia sehingga perlu perhatian sebelum kehamilan.

“Untuk mencegah stunting harus dilakukan sejak sebelum kehamilan yakni dengan meningkatkan gizi calon ibu dan semakin dijaga/ditingkatkan gizinya saat hamil," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Nanda
Zega

Zega

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US